Polisi Gerebek Pabrik Obat PCC di Purwkoerto

Sapujagat, Purwokerto – Penggerebekan ruko di Jalan Raya Baturraden Kelurahan Pabuaran Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah oleh polisi cukup mengagetkan warga. Mereka tak menduga ruko yang baru ditempati sekitar dua bulan itu digunakan untuk memproduksi ratusan ribu obat PCC.

 Manajer Atom Computer, di ruko sebelahnya, Ririn S tak mengira sedikitpun ruko itu digunakan sebagai pabrik obat PCC. Pasalnya, sejak ditempati dua bulan lalu, ruko ini hampir tanpa aktivitas yang berarti. Ia pun mengira bahwa ruko itu masih dalam tahap renovasi dan persiapan menjadi depot air minum isi ulang.

“Informasinya sih mau jadi depot air minum. Nggak tahu nih, tiba-tiba saja malah digerebek,” ujarnya Selasa sore, 19 September 2017.

Ririn bercerita, bahkan saat detik-detik penggerebekan pun dia justru mengira ruko itu akan launching atau dibuka. Sebab, di beberapa kali melihat beberapa pria di dalam mobil lalu lalang ke dalam ruko. Belakangan, setelah ada ada polisi berseragam, dia baru tahu bahwa ruko itu digerebek.

“Saya kira bos-bosnya datang ke ruko. Mau launching. Mereka lalu lalang di sini. Ternyata, digerebek,” katanya.

Namun, dia pun mengakui ada kegiatan yang mencurigakan saat malam hari. Hampir tiap malam terdengar suara seperti orang yang sedang membangun atau merenovasi bangunan.

“Saat ada staf kita, karyawan atau rekan yang menginap di sini aktivitasnya seringnya juga malam. Ya lumayan banyak, ada 10-an orang. Kalau ada suara tak-tok kita nggak ada pikiran negatif,” katanya.

Ririn mengungkapkan, para pegawai di ruko yang digunakan sebagai tempat memproduksi obat PCC itu kerap hilir mudik. Jumlahnya bervariasi, antara empat hingga 10 orang. Namun, ia mengaku tak sekali pun berbincang dengan para pegawai di ruko itu sehingga tak mengenal satu pun pegawai. Sebab, mereka memang cenderung tertutup.

“Jadi kita lihat lalu lalang-lalu lalang saja. Memang, kalau kita curiganya sih karena tertutup. Jadi dalam pengerjaannya (renovasi) juga ruko juga selalu tertutup. Kalau ada tamu, yang datang, itu juga ditutup,” Ririn menjelaskan.

Adapun warga setempat, Mawar Sihombing mengaku tak sekalipun melihat atau menyaksikan kegiatan mencurigakan. Senada dengan Ririn, Mawar hanya tahu bahwa ruko itu akan digunakan sebagai depot air isi ulang.

Menurut Mawar, hampir seluruh warga di RT 01/I juga tak mengetahui aktivitas sebenarnya. Sebab, saat merenovasi ruko itu, pintu tetap tertutup. Selain itu, mulai sekira setengah bulan lalu, di depan ruko dipasang teralis besi sehingga warga tak mengetahui aktivitas di dalam ruko.

“Ya tertutup. Nggak ada kegiatan. Ini saja baru dibangun (renovasi) ini. Kalau yang sebelah ini, buka terus. Kalau jam empat sudah tutup. Kadang, dibuka untuk jual helm obaral, helm obral murah. Nggak ada kegiatan. Malam juga tidak ada kegiatan,” ujar Mawar.

Seperti diketahui, Tim Gabungan Bareskrim Polri, Ditnarkoba Polda Jateng dan Satnarkoba Polres Banyumas menggerebek dua ruko di Purwokerto yang dijadikan pabrik obat PCC. Dari penggerebakan itu, polisi menyita barang bukti berupa 2 drum obat PCC, 1 drum pil Zenit, 9 drum bahan baku untuk membuat obat PCC, 1 unit mesin produksi, dan 2 buah oven pencetak pil, berisi 60 alat pengering obat PCC. Selain itu, polisi juga menangkap pemilik mesin pembuat PCC atas nama BP.

Saksikan video pilihan berikut ini!

Sumber

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*