Polda Metro Juga Selidiki Dugaan Pelanggaran oleh YLBHI

Sapujagat, Jakarta – Aksi demo penolakan kegiatan di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat, oleh sekelompok orang pada Minggu 17 September 2017 malam lalu berakhir ricuh. Setidaknya tujuh orang yang saat itu mengepung kantor YLBHI telah ditetapkan sebagai tersangka.

Meski begitu, polisi juga bakal menyelidiki dugaan pelanggaran yang dilakukan YLBHI dan pihak penyelenggara kegiatan. Apalagi acara itu disebut-sebut tidak memiliki izin keramaian.

“Kita masih dalam penyelidikan, apakah dari YLBHI ada pelanggaran atau tidak. Nanti kita selidiki,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Sementara Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, pihaknya menerima dua laporan terkait peristiwa di kantor YLBHI. Laporan yang diterima terkait pengepungan dan pengerusakan kantor YLBHI, serta laporan dari masyarakat terkait kegiatan mencurigakan di kantor itu pula.

“Sementara ini juga kami memproses laporan penyelenggara acara di malam itu, yaitu Yayasan 65. Sehingga, ada dua laporan, baik dari pihak pengunjuk rasa maupun penyelenggara acara di LBH,” kata Nico.

Nico memastikan akan menyelidiki kasus pengepungan kantor YLBHI dan dugaan adanya pelanggargan kegiatan di markas aktivis hukum itu hingga tuntas.

“Saya kira hukum berlaku sama, keduanya melewati jam batas waktu. Sedangkan pada saat itu, keinginan pihak kepolisian adalah mencegah terjadinya keributan. Saya kira kita harus mematuhi hukum bahwa bagaimanapun juga kepentingan masyarakat yang lebih luas harus kita jaga,” tutur dia.

Saksikan video di bawah ini:

Sumber

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*