Kivlan Zein dan Isu Kebangkitan PKI

Sapujagat, Jakarta – Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur, menyebut dua nama di balik penyerangan kantor YLBHI, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin 18 September 2017, dini hari.

Dua nama tersebut adalah Rahmat Himran selaku Koordinator Lapangan Aliansi Mahasiswa Anti-Komunis (Alamak).

“Yang kedua nama Kivlan Zen. Kalau nama ini keluar sebuah web berita yang menginformasikna Kivlan memimpin rapat pengkoordinasi pembubaran PKI. Ini distorsi paling awalnya, menurut saya,” kata Isnur, Senin kemarin.

Kivlan merupakan purnawirawan jenderal bintang dua. Namanya wara-wiri pemberitaan media massa. Dia kerap menggelorakan bahaya laten kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo sekarang.

Bagi Kivlan, Komunis bukan saja ancaman. Tapi sudah nyata hadir di tengah masyarakat. Berulang kali dia menyebut PKI sudah kembali terorgasasi dan memiliki markas.

Tudingan tersebut, misalnya, dilontarkan mantan Kepala Staf Kostrad pada Juni 2016 lalu. Bahkan dia sudah mengantongi nama orang yang memimpin lahirnya kembali PKI, yaitu Wahyu Setiaji. Namun, saat diminta untuk membeberkan sosok bernama, Kivlan menolak untuk membuka.

Tidak hanya itu, Kivlan juga menyampaikan, markas pusat PKI yang ia maksud tidak lagi berada di lokasi-lokasi senyap. Namun, mereka kini berkantor di tengah perkotaan, tepatnya di wilayah Jakarta Timur, tidak jauh dari kantor pusat Nahdlatul Ulama (NU).

“Ingat, kantor PKI yang ada di samping Hotel Acacia, Jalan Matraman sudah mulai direnovasi seolah-olah dikatakan itu kantor milik PT. Itu mereka akan bangkit, di situlah PKI. Di depan itu indikasi kalau mereka sudah bangun,” terang dia.

Lalu, apakah ucapan Kivlan tersebut terbukti?

Untuk membuktikan kebenaran ucapan sang jenderal tersebut, Sapujagat menelusuri daerah yang dimaksud. Dalam penelusuran, yang ditemukan justru bukan gedung perkantoran, namun ada beberapa deretan warung, toko obat kuat, warung makan, dan bengkel sepeda motor.

Namun, selain jejeran toko yang berdempetan itu, terdapat sebuah gedung kosong yang tampak kusam, ditumbuhi lumut dan rumput liar. Di depan gedung tampak terpasang sebuah tiang bertuliskan “PT Catur Krida Dana Utama” di sebuah plang berwarna hijau.

Lalu, apakah gedung kosong itu yang di maksud oleh Kivlan Zen sebagai markas PKI? Beberapa warga yang ditanya mengenai kabar itu mengaku kaget. Pasalnya gedung tersebut sudah lama kosong dan tidak ada yang menjaga.

“Akh, siapa yang bilang Mas? Sudah lama gak dipakai, gak tahu itu bangunan apa, katanya milik PT, tapi sudah tahunan, Mas, gak dibangun,” ujar Krisman (48) seorang warga Kramat Lontar yang rumahnya berada di Gang III, saat itu.

Kivlan Zen menyebut Markas PKI berada di kawasan Kramat (Nanda Putra/Sapujagat)

Sementara itu, Syamsu Rijal, Ketua RW 01, Kelurahan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, mengaku kaget wilayahnya dituding sebagai tempat bercokolnya markas PKI. “Wah, di mana nya itu kantor nya? Baru dengar saya, gak ada apa-apa di sini, Mas. Saya kenal sekali wilayah saya,” ujar Syamsu.

Selama ini, menurut dia, wilayahnya mayoritas kawasan pemukiman. Mengenai keberadaan gedung kosong di wilayahnya, Syamsu juga tak meyakini kalau gedung itu menjadi markas kegiatan PKI.

Setahun berlalu Sapujagat kembali menelusuri gedung tersebut, kondisinya tidak berubah. Kosong. Aroma pesing terasa menusuk hidung. Juga tidak ada tanda-tanda pembangunan atau renovasi di gedung kosong itu.

Kivlan Zen menyebut Markas PKI berada di kawasan Kramat (Nanda Putra/Sapujagat)

 

 

Sumber

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*