IHSG Menguat Terbatas di Awal Sesi Perdagangan

Sapujagat, Jakarta – Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di dua zona pada awal sesi perdagangan saham. Sempat menguat, IHSG berbalik ke zona merah meski terbatas pelemahannya.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Rabu (20/9/2017), IHSG naik tipis 0,88 poin atau 0,01 persen ke posisi 5.902,20. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG menguat 1,21 poin atau 0,02 persen ke posisi 5.902,49. Akan tetapi, IHSG kemudian berbalik ke zona merah.

Pada awal sesi, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.904,97 dan terendah 5.895,67. Ada sebanyak 99 saham menguat sehingga menahan penguatan IHSG. Sedangkan 65 saham melemah. 103 saham lainnya diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 27.068 kali dengan volume perdagangan 1 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 838 miliar.

Investor asing masih melakukan aksi jual. Tercatat investor asing melakukan aksi jual Rp 33 miliar di selurh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.257.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham melemah. Sektor saham aneka industri susu 0,77 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham infrastruktur dan sektor saham manufaktur.

Saham-saham yang mencatatkan penguatan antara lain saham ASJT naik 13,27 persen ke posisi Rp 640, saham CANI melonjak 11,68 persen ke posisi Rp 440 per saham, dan saham MLIA mendaki 10 persen ke posisi Rp 605 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham ECII susu 5,56 persen ke posisi Rp 850 per saham, saham SMMT tergelincir 5,11 persen ke posisi Rp 130 per saham, dan saham BUMI merosot 3,57 persen ke posisi Rp 216 per saham.

Bursa saham Asia sebagian besar tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,25 persen, indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,03 persen ke posisi 20.305.

Sedangkan indeks saham Korea Selatan Kospi susut 0,03 persen, indeks saham Shanghai melemah 0,14 persen ke posisi 3.352, indeks saham Singapura tergelincir 0,10 persen dan indeks saham Taiwan merosot 0,39 persen.

Pada laporan PT Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG naik 0,32 persen pada perdagangan saham Selasa kemarin. Penguatan IHSG didorong sektor saham bank dan perdagangan.

Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang naik pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya mengatakan, pola pergerakan IHSG masih terlihat akan berada di rentang konsolidasi.

Pelaku pasar menanti rilis suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi salah satu sentimen IHSG. Ditambah pasar juga menantikan aliran dana investor asing yang signifikan masuk ke pasar saham Indonesia.

“IHSG berpotensi menguat di kisaran 5.813-5.927,” ujar William dalam ulasannya, Rabu, 20 September 2017.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Sumber

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*