Patah Tulang Disekujur Tubuh dan Keluar Darah Di Anus Mahasiswa UII Tewas Karna Penyiksaan Senior - Infotainment News Online Terkini

Headline News

Patah Tulang Disekujur Tubuh dan Keluar Darah Di Anus Mahasiswa UII Tewas Karna Penyiksaan Senior

on

Mahasiswa UII – Setidaknya sudah tiga korban meninggal karna Pelatihan Dasar The Great Camping (TGC) XXXVII Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Unisi Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.

Korban atas nama Ilham Nur Padmi Listiadi, 20 tahun, mahasiswa Fakultas Hukum Internasional UII yang berasal dari Lombok. Hingga kini telah tercatat tiga orang korban meninggal dari total 37 peserta diksar.

“Iya benar. Telah meninggal sekitar pukul 12.00 malam tadi,” tulis kakak korban, Ermy, saat dikonfirmasi Tempo melalui WhatsApp, Selasa dinihari, 24 Januari 2017.

Menurut penjelasan Ermy, adiknya sempat pingsan di kos pada 23 Januari 2017 pagi. Kemudian korban dilarikan ibu kos dan teman-teman kosnya ke Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta, sekitar pukul 09.00 WIB. Saat meninggal, Ilham tengah dalam perawatan di ruang ICU.

“Badannya semua luka-luka. Perutnya sakit dan keluar darah dari anusnya,” tulis Ermy.

Dua korban lagi yaitu Syait Asyam (20) dan Ilham Nurfadmi Listia Adi (20). Keduanya mengembuskan napas terakhir setelah mendapat perawatan RS Bethesda usai mengikuti acara diklat dasar mahasiswa pecinta alam (diksar mapala) UII yang dinamai The Great Camping.

Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Angkatan 2015 Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Syait Asyam (20 tahun) yang meninggal dunia usai mengikuti Pendidikan Dasar The Great Camping (TGC) Mapala Unisi UII pada 21 Januari 2017 siang lalu. Foto diambil di rumah duka di Jetis, Sleman, 23 Januari 2017. TEMPO/Pito Agustin

Berdasarkan catatan dari RS Bethesda, Asyam mahasiswa jurusan Teknik Industri UII angkatan 2015 ini mengalami patah tulang di sekujur tubuhnya seperti tangan, kaki, pantat dan punggung yang dalam istilah medis dinamakan Multiple Trauma.

“Korban datang ke Bethesda pada Sabtu 21 Januari 2017. Dia diantar oleh seorang temannya ke IGD sekitar pukul 05.46 WIB. Korban kondisinya saat itu sesak napas dan susah berkomunikasi,” ujar Nur Sukawati, Kepala Bidang Humas dan Marketing RS Bethesda, Selasa (24/1).

Nur Sukawati menambahkan, Asyam juga mengalami diare dan gagal pernapasan. Napas Asyam hanya 40 napas permenit.

“Korban akhirnya meninggal dunia pada Sabtu 21 Januari 2017 pukul 14.45 WIB. Korban meninggal karena pnemunia atau panas di paru-paru,” ungkap Nur Sukawati.

Sebelum meninggal, Asyam menceritakan kejadian kepada ibunya  Sri Handayani mengatakan, ketika menemui Asyam di RS Bethesda, kondisinya sudah penuh luka. Sri sempat berkomunikasi sebentar dengan Asyam.

Pages: 1 2