Headline News : Ahok Jadi Tersangka Tapi Tidak Di Tahan

Ahok Jadi Tersangka – Pada tanggal 16 November 2016, Bareskrim Mabes Polri menetapkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai tersangka dugaan penistaan agama. Namun Kesimpulan dari para penyelidik itu tidak bulat.

“Ada perbedaan tajam dari pihak ahli tentang ada tidaknya unsur niat. Hal ini menyebabkan ada perbedan pendapat dari tim penyelidik 27 orang,” kata Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto dalam konferensi pers di Gedung Rupatama Mabes Polri, Rabu (16/11/2016).

Penyelidik Bareskrim Polri sudah mengundang 29 orang saksi dan 39 orang ahli. Pada akhirnya, kesepakatan diambil yaitu Ahok sebagai tersangka.

“Dicapai kesepakatan, meski tidak bulat,” tegasnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang memberi pernyataan setelahnya. Ahli pun berbeda pendapat dalam menilai dugaan penistaan agama ini

“Ahli bahasa berbeda pendapat, ahli agama berbeda pendapat. Saya mendapat laporan, di kalangan penyelidik terjadi dissenting opinion. Ada yang katakan pidana ada yang katakan tidak. Sebagian besar mengatakan pidana,” ucap Tito.

Ahok Tidak Ditahan

Dengan berubahnya status Ahok, kepolisian pun memandang perlu untuk melakukan pencegahan berpergian ke luar negeri terhadap yang bersangkutan.

“Tim penyidik sepakat menaikan ke tahap penyidikan dan akan mempercepatnya, menetapkan terlapor sebagai tersangka dan kemudian dilakukan pencegahan ke luar negeri.” kata Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Mabes Polri.

Pencekalan terhadap dilakukan dikarenakan Ahok tidak ditahan.

Tito menjelaskan kenapa Ahok tidak ditahan.

Menurutnya ada dua alasan kenapa Ahok tidak dilakukan penahanan.

Pertama, tidak terpenuhinya syarat objektif dimana penyidik harus mutlak dan bulat bahwa kasus adalah tindak pidana.

Dikatakannya, dalam gelar perkara jelas terdapat perbedaan pedapat, sehingga dianggap tidak bulat.

“Karena tidak bulat maka unsur objektif yang menyatakan pidana tidak mutlak baik dari penyidik dan para ahli,” katanya.

Kemudian faktor subjektif, dimana penahanan dilakukan karena kekhawatiran seorang tersangka melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Dalam konteks ini, penyidik menilai Ahok kooperatif dimana ia datang sebelum dipanggil penyidik, begitu juga datang saat dipanggil penyidik.

“Yang bersangkutan merupakan calon dalam Pilkada sekaligus cuti sebagai gubernur sehingga kecil kemungkinan melarikan diri. Sebagai antisipasi penyidik lakukan pencekalan,” katanya.

Kemudian, untuk barang bukti, dikatakan Tito, bukti video yang menjadi acuan sudah disita kepolisian, sehingga tidak mungkin Ahok menghilangkan barang bukti.

Kemungkinan Ahok mengulangi perbuatannya, penydik pun tidak melihat hal tersebut.

“Dengan dasar-dasar itu maka dari tim mereka tidak melakukan penahanan tapi melakukan pencegahan ke luar negeri,” katanya.

Baca Juga

Video Ahok Ditolak Warga Rawa Belong Dikejar dan Diancam

Heboh! Demo 4 November Ricuh, Video Mini Market Dijarah Ini Kumpulan Foto-Fotonya

Kumpulan Foto dan Video Ramainya Demo 4 November

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*