Ini Kerugian Membeli Rumah Inden - Infotainment News Online Terkini

JagatTips

Ini Kerugian Membeli Rumah Inden

on

Ketika anda akan membeli rumah baru, biasanya pihak pengembang akan menawarkan opsi untuk membeli rumah inden. Rumah inden sendiri adalah rumah yang masih dalam proses pembangunan. Apakah pembangunannya sudah berjalan atau sama sekali belum, namanya tetap saja rumah inden.

Pilihan tentunya tetap ada di tangan pembeli. Apakah akan membeli rumah inden atau rumah baru yang telah selesai dibangun. Kini pun, sudah banyak rumah dijual di Surabaya dan kota lainnya yang mengambil metode penjualan inden.

Tentu saja, membeli rumah inden juga harus dipikirkan dengan matang. Karena, biasanya membeli rumah inden cenderung merugikan pembeli dibandingkan rumah yang sudah jadi. Pengembang biasanya menawarkan rumah dengan hanya bermodalkan desain dana juga brosur. Selain itu, mereka juga berjanji yang baik-baik mengenai rumah yang akan dibangun.

Biasanya, ada kejadian yang tidak mengenakkan ketika membeli rumah inden. Salah satunya adalah penjualan bodong. Pembangunan yang dijanjikan tidak pernah terlaksana, dan pengembang kabur. Padahal biaya pembelian rumah sudah diberikan.

Untuk itu, bagi anda yang ingin membeli rumah dengan cara inden, berikut adalah hal yang harus diperhatikan:

Dalam peraturan Bank Indonesia, pengembang harus memiliki dana jaminan personal untuk membangun rumah inden untuk proses kredit. Misalnya, pengembang ingin membangun rumah sebanyak 100 unit dengan kredit Rp 100 miliar, maka harus ada jaminan sebesar Rp 100 miliar ke bank.

Jaminan tersebut bisa ditarik kembali ketika rumah sudah jadi. Dengan begitu, pengembang perlu untuk memiliki dana yang cukup untuk membangun rumah inden.

Walau begitu, tidak menutup kemungkinan, akan tetap ada risiko bagi para calon pembeli. Di antaranya adalah kerugian waktu dan kerugian dana.

Konsumen akan mengalami kerugian waktu karena rumah tidak bisa langsung ditinggali karena belum ada fisik rumah yang terbangun. Jika pun sudah ada, itu belum selesai dibangun. Biasanya juga terjadi waktu pengerjaan yang molor.

Selain itu kerugian dalam bentuk uang juga kerap terjadi, biasanya rumah malah tidak sesuai dengan yang ditawarkan di brosur, atau memiliki desain dan denah yang berbeda dari yang dijanjikan.