Koruptor Sutan Bhatoegana Kena Kanker Hati , Ini Deretan 5 Dosanya - Infotainment News Online Terkini

Headline News

Koruptor Sutan Bhatoegana Kena Kanker Hati , Ini Deretan 5 Dosanya

on

Sutan Bhatoegana –  Terpidana kasus korupsi pembahasan APBN 2013 di Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Sutan Bhatoegana menderita kanker hati atau liver. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin Bandung, Dedy Handoko.

“Iya betul. Beliau lagi kena musibah sakit. Katanya kanker hati, liver gitu,” kata Kalapas Kelas I Sukamiskin Bandung, Dedy Handoko saat konfirmasi merdeka.com Selasa (25/10).

Kini Sutan Bhatoegana dirawat dirumah sakit (RS) Medistra, Jakarta Selatan setelah sebelumnya dirawat di RS Hermina Bandung.

Dedy Handoko juga mengatakan kondisi Sutan Bhatoegana memang sudah cukup mengkhawatirkan.

“Selasa 11 Oktober itu akhirnya dibawa RS Hermina Bandung,” ujarnya. Tapi ternyata rujukan kembali dilayangkan pada Sutan dimana per 11 Oktober malam, Sutan sudah harus dirawat di RS Medistra, Jakarta.

“Karena kondisinya turun. Makanya kami rujuk. Sekarang kondisinya semakin menurun kata anak buah saya. Makanya saya sekarang mau ke Jakarta melihat langsung,” ucapnya

Adapun alasan dibawa ke RS Medistra, kata Dedy, merupakan rekomendasi dokter. Selain rekomendasi dokter, lanjutnya, terdapat dokter yang dipercaya Sutan untuk merawat dan mengobati penyakitnya.

“Sampai sekarang yang bersangkutan masih dirawat,” kata Dedy.

Sekedar informasi, Sutan mendekam di Lapas Sukamiskin untuk menjalani masa hukumannya. Ia divonis 12 tahun penjara setelah Mahkamah Agung memperberat hukumannya.

Berikut 5 Dosa Sutan Bhatoegana;

Seperti dilansir laman resmi www.mahkamahagung.go.id, Selasa 27 September 2016, MA membeberkan pidana korupsi Sutan sehingga Majelis Kasasi yang diketuai Artidjo Alkostar itu memperberat hukuman Sutan.

Pertama, Sutan selaku pemegang amanah dan pemangku kekuasaan elektoral seharusnya memberikan contoh kepada rakyat untuk menjauhi dan menolak terlibat dalam perbuatan transaksional yang bersifat koruptif.

“Perbuatan Terdakwa merupakan tindak pidana korupsi politik,” ucap Majelis Hakim Kasasi dalam pertimbangan putusan kasasi seperti dikutip dalam laman MA.

Kedua, Sutan menerima pemberian satu unit mobil Toyota Alphard 2.4 AT Type G warna hitam dari Yan Ahmad Suep selaku Direktur PT Dara Transindo Eltra. Sutan juga menerima uang tunai sejumlah US$ 200 ribu dari Rudi Rubiandini.

Dia juga terbukti menerima satu unit tanah beserta bangunan yang terletak di Jalan Kenanga Raya Nomor 87, Tanjungsari, Kota Medan, Sumatera Utara dari Saleh Abdul Malik selaku Komisaris PT SAM Mitra Mandiri.

Ketiga, Sutan menerima hadiah berupa uang tunai sejumlah Rp 50 juta dari Menteri ESDM, Jero Wacik. Sesuai fakta hukum yang terungkap di persidangan berupa alat bukti, yaitu keterangan saksi Waryono Karno yang keterangannya mempunyai hubungan dengan keterangan saksi Didi Dwi Sutrisnohadi, Sri Utami dan saksi Dwi Hardhono yang pada pokoknya menerangkan pemberian Rp 50 juta tersebut merupakan bentuk apresiasi atau perhatian atas kedatangan Sutan ke kantor Kementerian ESDM.

Dosa keempat, Sutan selaku Anggota/Ketua Komisi VII DPR RI yang telah dikenal luas masyarakat Indonesia harusnya seirama dengan program pemerintah yang telah mencanangkan pemberantasan korupsi.

Dosa kelima, Sutan telah melanggar hak-hak asasi ekonomi dan hak sosial masyarakat Indonesia, karena perbuatan Sutan melakukan korupsi yang telah merugikan negara menjadi contoh tidak baik bagi masyarakat.

Atas pertimbangan dosa-dosa Sutan itu, Majelis Hakim Kasasi memutuskan memperberat hukuman Sutan dari 10 tahun menjadi 12 tahun penjara. Sutan juga dijatuhi denda Rp 500 juta subsider delapan bulan kurungan.

Sutan juga diwajibkan mengembalikan uang Rp 50 juta dan US$ 7.500 kepada negara. Kemudian tanah dan bangunan di Jalan Kenanga (Medan, Sumatera Utara) dan mobil Toyota Alphard 2.4 AT Type G dirampas negara. Majelis Hakim Kasasi juga memutus untuk mencabut hak politik Sutan untuk memilih dan dipilih dalam jabatan publik.

Semoga Sutan Bhatoegana lekas sembuh agar bisa menjalankan kembali hukumannya.

 

Recommended for you