Waduh Batas Tebusan Lewat, Abu Sayyaf Akan Penggal 4 Sandera

Abu Sayyaf – Lewat video, kelompok Abu Sayyaf pada Senin (25/4) akan mengeksekusi empat sandera mereka pukul 14.00 waktu Filipina jika tebusan untuk empat sandera asing itu tidak dibayar. Tiga orang merupakan sandera asing sementara satu lagi warga Filipina. Kabarnya mereka akan dipenggal di salah satu pulau kosong kawasan Jolo.

Kelompok ini menculik para turis dan juga pekerja kapal batu bara asal Indonesia dan Malaysia yang sedang melintas wilayah selatan Filipina. Sebelumnya diketahui kalau kelompok yang dibuat oleh ipar Osama bin Laden ini, meminta tebusan kepada perusahaan pemilik kapal sebesar Rp 14,2 miliar.

Untuk empat sandera yang terancam dipenggal ini, Abu Sayyaf meminta tebusan senilai USD 6.4 juta (setara Rp 84,5 miliar).

Dilansir dari surat kabar Bangkok Post, empat sandera ini sudah ditahan sejak 21 September tahun lalu di selatan Filipina. Mereka diculik di sebuah penginapan di Pulau Samal, Davao del Norte.

Empat sandera yang diculik di resor tersebut terdiri dari dua orang Kanada, John Ridsdel (68), Robert Hall (50), pacar Hall yang merupakan seorang warga lokal Marites Flor, dan juga seorang Norwegia Kjartan Sekkingstad yang merupakan manager penginapan tersebut.

“Ini merupakan ultimatum, kami akan memenggal satu dari empat orang ini,” seru seorang militan dalam sebuah video.

Militan ini juga mengatakan dia sudah mengatur waktu pukul 3 siang waktu setempat untuk mengeksekusi mereka. Hingga kini, belum diketahui bagaimana nasib para korban sandera tersebut.

Juru bicara pemerintah Filipina mengatakan operasi besar-besaran digelar dalam hitungan jam. Perintah itu disampaikan Presiden Benigno Aquino III langsung kepada Panglima Militer Glorioso Miranda.

“Intervensi militer akan dilakukan demi memastikan keselamatan sandera,” kata Herminio Coloma, jubir istana Malacanang.

Sebelumnya, kelompok AbuSayyaf merilis sebuah video yang menampilkan Ridsdel dan satu dari militan Abu Sayyafmenetapkan deadline terbaru.

Video itu dirilis 15 April 2016 lalu.

“Mereka bilang ini adalah peringatan untuk pemerintah Filipina,Kanada, dan keluarga kami. Pokoknya mereka akan memenggal saya,” kata Ridsdel.

Uang tebusan yang diminta telah diturunkan, dari Rp 286 miliar menjadi Rp 85,8 miliar.

“Deadline 8 April 2016 sudah lewat, tapi kalian (keluarga dan pemerintah) masih juga menunda untuk memenuhi tebusan,” ucap seorang militan Abu Sayyaf.

Berita Terkait

Berita Terkini : 3 WNI Sudah Dilepas Kelompok Abu Sayyaf

Ih Serem, Ini Kronologi 18 Prajurit Elite Filipina Disergap Kelompok Abu Sayyaf

18 Prajurit Elite Filipina Tewas, TNI: ‘Kita Punya 1001 Cara Untuk Menang’

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*