Lihat Bentuk Berlian Yang Dijual Kakek Ini Untuk Bayar Utang Negara

Kisah Inspiratif – Qarsing merupakan seorang kakek yang berasal dari Desa Bulu Cendrana, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan dengan dermawannya menghibahkan bongkahan Berlian yang ia lelang dengan jumlah Rp 6,966 triliun untuk membayar utang negara, membangun pesantren.

“Jika laku, berlian saya seberat 222 gram ini rencananya sebagian akan saya sumbangkan untuk membayar utang negara,” kata Qarsing di rumahnya, Senin (4/4/2016).

“Sebagian saya akan buat sekolah, pesantren, dan rumah adat di Kabupaten Sidrap dan Enrekang, yang dikenal dengan ‘Kota Santri’,” kata dia.

Sayangnya, Qarsing tidak memiliki sertifikat atas berlian itu. Ia juga tak bersedia mengungkapkan asal-usul berlian tersebut.

Saat ini, Qarsing tengah mengupayakan untuk membuat sertifikat berlian sebelum menjualnya kepada orang lain.

Ia membuka kesempatan kepada warga asing untuk membelinya.

Menurut Qarsing, jika ada warga asing yang berminat membelinya, Pemerintah Indonesia berhak menjadi perantara dan dapat mengambil berlian itu di rumahnya.

Qarsing menjual berlian tersebut karena saat ini ia sedang membangun rumah adat yang terbuat dari kayu dengan 40 tiang penyangga.

Rumah adat ini sudah menghabiskan dana milliaran rupiah.

Rumah adat ini nantinya dipakai apabila ada acara adat di desa,” kata Andi Ucha, pengelola rumah adat milik Qarsing.

Qarsing menjamin keaslian berliannya.

Ia mengklaim sudah banyak calon pembeli yang datang bersama ahli berlian untuk melihat berlian itu dan mengakui keasliannya.

“Namun, mereka tak mampu membelinya,” kata Harling, tokoh masyarakat setempat.

Harling berharap agar negara mengapresiasi niat baik Qarsing tersebut, terlebih uang penjualannya digunakan untuk kepentingan rakyat banyak.

Begini Wujud dari Berlian kakek Qarsing.

Berita Terkait

Kisah Nyata, Mbah Jhum Penjual Sayur Beramal Setiap Hari

Niat Nabung Untuk Beli Ipad, Bocah SD Malah Sumbang Mesjid Yang Dirusak Di Texas

Bocah 7 Tahun Hebohkan Netizen China Karna Rawat dan Hidupi Ayahnya yang Lumpuh

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*