Heboh Video Tumbal Pesugihan Jual Beli Janin Berani Bayar Rp 10 Juta

Jual Beli Janin – Kasus Tumbal Pesugihan dari penjualan janin bayi masih diusut oleh Polda Lampung. Polisi masih mencari siapa saja yang pernah menggugurkan janin bayinya demi mendapat uang.

Kasubdit IV RenaktaPolda Lampung Ajun Komisaris Besar Ferdyan Indra Fahmi mengatakan, RR, pelajar SMK Bandar Lampung, bisa menjadi korban sindikat orok tumbal pesugihan, berawal dari perkenalannya dengan tersangka Armedi.

RR mengenal Armedi dari teman sekolahnya berinisial YL.

“Korban cerita ke temannya mau gugurkan kandungan. YL lalu mengenalkan RR ke Armedi karena Armedi pernah tawarkan jasa gugurkan kandungan,” kata Ferdyan, Selasa (22/3/2016).

RR bertemu dengan Armedi, dan membawa RR ke Jakarta untuk bertemu dengan AS.

RR bersama Armedi menginap di salah satu hotel di Jakarta.

Setelah itu mereka bertemu dengan rombongan asal Pandeglang, Banten, yang juga ingin menggugurkan kandungan.

Mereka akhirnya pergi ke rumah Saleh di Demak, Jawa Tengah. Saleh membawa RR ke rumah tersangka Nur di Purwodadi.

Nur membawa korban ke rumah Teguh di Grobogan.

“Teguh menjanjikan sejumlah uang kepada korban dan para tersangka lain untuk melakukan ritual pesugihan,” kata Ferdyan.

Korban dibawa oleh Harno ke rumah dukun berinisial TJ untuk melakukan aborsi gaib.

“Mereka lalu kembali ke rumah Teguh melakukan ritual pesugihan,” kata dia.

Pada saat ritual tersebut, polisi menangkap para tersangka.

Personel Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung pun menangkap tujuh orang sindikat jual beli orok untuk tumbal pesugihan.

Ketujuh tersangka ditangkap anggota gabungan polisi Jawa Tengah dan Polda Lampung di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Para tersangka yakni Saleh (42), warga Desa Timbul Sloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak; Teguh Haryanto (51), warga Desa Sambak, Grobogan; Sri Umu Nurul (59), warga Desa Mojo Agung, Grobogan; Muhammad Sumantri (45), warga Bandung Barat; Armedi (27), warga Lampung Selatan; Harno Margono (57), warga Grobogan; dan Jajang Sudrajat (50), warga Pandeglang, Banten.

Memang ada dugaan banyak yang rela menggugurkan janin bayi karena dihargai dengan mahal. Seperti diketahui, janin umur 3 bulan dihargai Rp. 10 juta oleh Teguh,45, yang disebut sang dukun yang membiayai semunya

Seperti menurut SU ,50, nenek yang mengaku dukun beranak yang bertugas mengeluarkan janin dari setiap perempuan yang mau melakukan aborsi, pada Selasa (22/3).

“Saya bertugas mengeluarkan janin setelah keluar langsung diantar ke dukun Teguh. Kita semua lalu kumpul menyiapkan kembang 7 rupa, menyan, 3 buah keris, 3 telur ayam.kampung. Janin itu lalu diramu untuk persembahan ilmu yang dianut dukun Teguh,” ujar SU.

Berita Terkait

Hiiiy Serem .. Setan Mata Satu Teror Warga Bekasi

Gadis China Rela Jual Sel Telur Demi Bayar Tagihan Kartu Kredit dan Belanja

Mengenaskan, Sesosok Mayat Bayi Ditemukan Saat Jadi Rebutan Makanan Anjing di Bali

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*