10 Fakta Menarik F1 GP Australia 2016 Setelah Rio Haryanto Gagal Finish

F1 GP Australia –  Fakta menarik membayangi Formula 1 GP Australia, Pembalap Mercedes F1, Nico Rosberg naik podium juara dalam GP Australia di Sirkuit Albert Park, Minggu (20/3/2016). Dia mengalahkan pesaing beratnya pembalap Ferrari Sebastian Vettel dan rekannya Lewis Hamilton.

Dalam seri balapan perdana musim ini, pembalap muda Indonesia Rio Haryanto juga mengawali debutnya. Namun, Rio gagal finis karena mobil Manor Racing yang dikendarainya, MRT05 mengalami kerusakan pada lap ke-17.

Berbagai fakta menarik tercipta dalam GP Australia ini. Selain insiden tabrakan hebat antara Fernando Alonso dan Esteban Guiterrez, sebuah rekor baru tercatat dalam sejarah balapan jet darat tersebut.

Berikut pemaparan Fakta Menarik F1 GP Australia

1. Kemenangan Nico Rosberg adalah yang kedua kalinya di Melbourne setelah naik podium juara pada 2014 silam dan yang pertama sejak 31 tahun lalu ayahnya, Keke Rosberg menang balapan di Adelaide.

2. Di posisi kedua, Lewis Hamilton menyamai rekor Michael Schumacher yang bisa naik podium enam kali di Australia.

3. Di tempat keenam, Haas lewat Romain Grosjean, mencatatkan sejarah sebagai sebagai tim baru yang mencetak poin pada debut mereka di Grand Prix sejak Mika Salo finish di urutan keenam kala menunggangi Toyota pada tahun 2002.

4. Pembalap tuan rumah Daniel Ricciardo finis di urutan keempat sehingga menyamai hasil terbaik Mark Webber pada 2012.

5. Max Verstappen yang finis di posisi kesepuluh menjadi pembalap termuda sepanjang sejarah yang mencetak poin di Grand Prix Australia.

Pada 2014 lalu, pembalap Red Bull Daniil Kvyat sukses finis di posis kesembilan ketika debut di usia 19 tahun.

6. Tiga pembalap bisa menyelesaikan balapan dengan posisi yang sama persis pada musim lalu. Mereka adalah Sebastian Vettel (ketiga), Nico Hulkenberg (ketujuh) dan Carlos Sainz (kesembilan).

7. Pembalap tim Manor Racing asal Indonesia, Rio Haryanto baru saja menjalani debutnya di GP Australia. Sebagai pembalap Asia satu-satunya musim ini, Rio malah tak bisa melanjutkan balapan sampai habis. Masalah driveline atau transmisi yang dialami MRT05, mobil tunggangannya, membuatnya terhenti di lap ke-17.

8. Ganti Gearbox, Turun 5 Posisi. Gearbox merupakan suatu alat khusus yang diperlukan untuk menyesuaikan daya atau torsi (momen/daya) dari motor yang berputar. Gearbox juga sebuah alat yang mampu mengubah tenaga motor menjadi lebih besar.

Kebocoran oli di gearbox nggak bisa dianggap remeh dalam dunia balap F1. Selain dapat menyebabkan gearbox, kebocoran oli dalam membahayakan keselamatan pebalap lain yang jika menginjak oli dapat membuat mobil tergelincir karena licin.

Jika gearbox rusak dan harus diganti, hal tersebut bakal merugikan pebalap dan timnya. Karena di race selanjutnya, pebalap bakal mendapatkan penalti turun 5 posisi saat start.

9. Oli Gardan Rio Haryanto Luber. Dalam aturannya, pengisian oli gardan harus sesuai takaran. Jangan terlalu sedikit, jangan juga terlalu penuh. Dan jika terlalu penuh pun, bisa membuat oil seal roda jebol.

Oli yang bocor bakal memuncrat ke segala arah yang dapat mengganggu kinerja bagian lain dari gearbox. Jika ini maka kegagalan Rio murni kesalahan dari tim mekanik.

10. As roda Rio Haryanto goyang. Fungsi as roda atau laher ada berbagai macam. Selain menjadi pasangan buat mesin penggerak, as roda berperan untuk mengendalikan arah jalannya kendaraan melalui sistem kemudi serta rem.

Jika as roda goyang entah karena getaran dari mesin atau terkena hantaman keras, as roda akan menekan sil ke atas. Tekanan tersebut bisa membuat sil bocor.

Jika ini yang terjadi, maka kegagalan Rio murni karena mechanical problem.

Berita Terkait

ManorRongsok Jadi Tagar di Sosial Media, Ini Komentar Tim Manor..

Fox Sport Lecehkan Rio Haryanto, Lihat Nih!

Terhenti di Lap 19, Inilah Penyebab Rio Haryanto Gagal Finish di F1 GP Australia

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*