Begini Foto Mucikari TS dan Ke-15 Cabe-Cabean Saat Di Ringkus Polisi

PSK Cabe-Cabean – Sebuah warung kopi berubah fungsi menjadi tempat prostitusi cabe-cabean. Mucikari TS atau Torik Sulistyo menjalankan bisnis warung kopi  berkedok prostitusi cabe-cabean selama 2 tahun. Giyanto seorang saksi mata menerangkan, awal tahun warung kopi itu berdiri masih beroperasi normal. Torik hanya menjual kopi, air mineral, dan kebutuhan kecil rumah tanggal lainnya. Namun, tiba-tiba saja warung tersebut kerap ramai ditongkrongi cabe-cabean. Warga pun curiga tempat itu dipakai untuk maksiat.

“Torik ini sudah lima tahunan di sini. Dua tahun mengontrak, lalu tiga tahun bangun warungnya sendiri dan tinggal disitu. Dia punya istri dua, di warung itu sama istri mudanya. Tapi dia ditinggal istri muda cerai. Kalau yang nongkrong disitu bisa lima orangan sehari,” tuturnya.

Awal Kisah Torik Menjalankan Bisnis Prostitusi Cabe-Cabean

warung-kopi-torik-diduga-jadi-tempat-pesta-narkoba-dan-aborsi-Cki

Menurut Kepala Polsek Jagakarsa Komisaris Sri Bhayangkari, Torik pertama kali berkenalan dengan gadis berusia 15 tahun, sebut saja Mawar.

Torik lalu meminta ABG itu untuk mengajak temannya menjajakan diri. Kepada Mawar, Torik mengiming-imingi ABG itu uang.

“Antar korban ini (rekrutnya) dari mulut ke mulut,” ujar Sri.

Sampai akhirnya, Torik punya 15 ABG yang siap melayani tamu hidung belang. Rata-rata adalah gadis berusia 15-16 tahun.

Di antarnya, ada yang masih berstatus pelajar dan putus sekolah.

“Ada yang merupakan warga dari sana dan ada juga yang dari luar,” ujar Sri.

Begini Cara Transaksi Prostitusi Cabe-Cabean

anaknya-jadi-psk-orangtua-15-abg-shock-ZX9

Kepala Polsek Jagakarsa Komisaris Sri Bhayangkari mengatakan Cara transaksi dengan pelanggan tidak melalui dunia maya, melainkan hanya dalam lingkungan perkenalan Torik.

Pelaku menghubungi kenalannya untuk menawarkan ABG yang akan dijual.

“Pelaku tidak secara langsung mempromosikan di warung kopinya, tetapi melalui orang yang punya koneksi dengan pelaku. Jadi pelanggannya dihubungi,” ujar Sri.

Torik tak punya kamar banyak untuk jadi bilik asmara. Namun, dia punya satu ruangan di warung kopinya, yang bisa digunakan untuk mesum.

Kadang, ABG itu dijemput pelanggannya untuk dibawa keluar. “Menurut keterangan ada yang dilakukan di warung tersebut dan ada yang di luar,” ujar Sri.

Dari 15 ABG itu, tidak semuanya mangkal di warung Toruk setiap hari. Mereka biasa beroperasi mulai pagi hingga malam.

“Tidak 24 jam. Kalau yang masih sekolah, sepulang sekolah dari pukul 15.00 sampai magrib. Kalau yang tidak sekolah, dari pagi sampai pukul 22.00,” ujar Sri.

Tarif PSK Cabe-Cabean

polisi-buru-pelanggan-cabe-cabean-torik-kie

Menurut Sri, pelanggan ABG yang menjadi korban Torik ini berasal dari berbagai kalangan. Ada yang pengangguran dan juga pekerja kantoran.

Torik mematok tarif PSK cabe-cabean Rp 300.000 sampai Rp 400.000 untuk sekali ABG melayani pelanggan. Dia juga menyediakan kondom untuk para ABG-nya tersebut.

Usai melayani tamu, ABG itu berbagi hasil dengan Torik. Biasanya, tarif dibagi dua, 50 persen untuk Torik, dan 50 persen untuk ABG.

Namun, Torik kadang mengambil hasil lebih untuk biaya operasional lain. Sampai akhirnya, bisnis mesum Torik ini terungkap.

Mucikari TS ‘Pakai’ Semua Cabe-cabean Sebelum Dijual

161601_2009_Kedai_Kopi.Prostitusi.Fathan__HL

Mucikari Torik Sulistyo (50) ‘memakai’ semua cabe-cabean sebelum dijajakan kepada pria hidung belang. Mucikari Torik menjalankan bisnis esek-esek dengan modus kedai kopi di Jalan Tumbu IV, Kelurahan Cipedak, Jakagarsa, Jakarta Selatan.

“Iya, sebelum dijual, pelaku juga sudah terlebih dahulu (menyetubuhi),” kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Sri Bhayangkari di kantornya Jumat (11/3).

Berita Terkait

20 Foto Hot G.NA Diduga Terlibat Prostitusi

20 Foto Hot Hesty Klepek-Klepek Terlibat Prostitusi Artis

70 Foto Hot Artis Inisial NM, Nikita Mirzani Ukuran Besar

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*