5 Fakta Labora Sitorus Bisa Melarikan Diri Dari Petugas

Labora Sitorus – Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly mengatakan bahwa kaburnya Labora Sitorus saat hendak dijemput di rumahnya, diduga dibantu oleh oknum.

“Kita mencurigai ada orang-orang, oknum-oknum, yang membantu dia melarikan diri,” kata Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Jumat (4/3/2016).

Dengan Kaburnya Labora Sitorus beberapa waktu lalu membuat pemerintah ketar-ketir menghadapi seorang terpidana mantan anggota kepolisian ini.

Menkumham Yasonna Laoly bahkan mengerahkan seluruh aparat untuk mengejar Labora dan menutup akses-akses kemungkinan Labora melarikan diri.

Berikut 5 Fakta Labora Sitorus Bisa Melarikan Diri yang di lansir dari pojoksatu

1. Penudingan Adanya Pelanggaran Penegak Hukum

Kuasa hukum Labora Sitorus menuding Labora kesal atas perkara hukumnya yang membuat Labora melarikan diri.

Misalnya saat eksekusi Labora ke Lapas Sorong Februari 2015 yang seharusnya memakai salinan putusan, namun eksekusi itu dilakukan dengan menggunakan petikan putusan.

2.Kesalahan dasar hukum pemindahan Labora ke LP Cipinang

Kesalahan juga terjadi berhubungan dengan dasar hukum untuk transfer Labora ke Cipinang. Keputusan Mahkamah Agung harus didasarkan pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, tetapi keputusan Mahkamah Agung berdasarkan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Fidusia.

“Upaya pemenjaraan dan pemindahan Labora Sitorus ke Lapas Cipinang adalah bentuk pelanggaran serius terhadap hukum dan HAM. Dalam kondisi seperti ini juga, berdasarkan pengalaman eksekusi beberapa waktu lalu yang dilakukan dengan cara excessive use of force (penggunaan kekuatan yang berlebihan) akan menimbulkan kekerasan dan dapat dipastikan menimbulkan pelanggaran yang berlipat ganda,” papar kuasa hukum Labora, Nur Hadi.

3. Menkumham Yasonna menyebut oknum yang membantu Labora harus ditindak.

Kata Yasonna Laoly, negara memperhatikan serius kaburnya Labora.

“Negara tidak boleh membiarkan ada oknum-oknum yang mencoba membantu Labora, itu berbahaya. Karena status Labora sudah ditetapkan sebagai DPO, itu pelanggaran hukum,” ujar Yasonna.

4.Labora kabur berkali-kali dan selalu luput

Tahun 2015 Labora yang diketahui tinggal di sebuah rumah di daerah Sorong itu diduga dibantu oleh beberapa oknum penegak hukum dalam lingkungan ‎lembaga pemasyarakatan (Lapas) Sorong melarikan diri.

Kata Yasonna, pihaknya akan memberikan sanksi tegas jika nanti dalam penyelidikan terbukti ada oknum penegak hukum yang membantu LS.

Terpidana kasus rekening gendut anggota Polres Raja Ampat, Papua Barat, Labora Sitorus (LS)‎ yang saat ini diketahui berstatus buron dikabarkan telah mendapat surat pembebasan.

“Saya juga kaget, kok ada surat pembebasan. Itu ndak bisa ditolerir. Berarti ada satu jaringan yang melindungi beliau (LS),” kata Yasonna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (2/2/2015).

5. Labora sering didatangi “orang” kejaksaan dan petugas lapas

Dalam sebuah wawancara khusus dengan salah satu televisi swasta Februari 2015 ketika kisruh munculnya surat bebas, Labora sering dikunjungi petugas kejaksaan dan lapas.

Berikut petikan wawancaranya:

Anda selama ini dicari sejumlah pihak, kejaksaan dan polisi. Di manakah sebenarnya Anda selama ini berada?

Saya tidak seperti yang media katakan. Saya kan di rumah, saya kebetulan pasif.

Apakah selama ini pernah ada pihak kejaksaan atau polisi yang datang ke rumah untuk menangkap Anda?

Ada (dari) kejaksaan. Dari pihak lapas pun sebelum dan sesudah saya lepas (bebas) sering berkunjung ke rumah. Kejaksaan pun datang…Saya sekarang berada di rumah. Cuma kebetulan saya sedang berobat.

Sampai saat ini, Pihak Lapas berkoordinasi dengan pihak kepolisian masih mencari keberadaan mantan anggota Polres Raja Ampat itu untuk dipindahkan ke Lapas Cipinang.

Berita Terkait

Oh Ternyata Labora Sitorus Sembunyi Di Tempat Ini

Labora Sitorus Kabur Ada Yang Bantu ?

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*