Heboh, Video Pedangdut Nasional Goyang Hot Beredar Di Bengkulu

Goyang Hot – Beredar Video Goyang Hot pedangdut nasional di Bengkulu. Entah, apa yang ada dibenak para pelaku aksi panggung yang selalu mengumbar aurat. Apakah demi mendapat uang berlipat atau hanya sebagai jalan agar lebih tersohor.

Tayangan video berdurasi 2 menit 24 detik itu terbagi dalam 3 segmen. Dengan total kapasitas penyimpanan yang tercatat dalam kartu memori sebesar 5,40 megabyte. Pada segmen pertama video tersebut terlihat mengenakan atasan tanpa lengan warna merah sebatas dada dan celana biru super ketat dihiasi pita putih. Si pedangdut yang bertatus janda tanpa anak itu terlihat bergoyang hot meliuk dan memperlihatkan goyangan bokong bergetar.

(Foto: liputan6.com)

Segmen kedua, perempuan yang pernah heboh dengan video hot ini terlihat tengah ditata rambutnya sambil ngobrol dengan seorang temannya yang berambut panjang.

Dalam segemen kali ini, si pedangdut yang kerap berpakain minim itu terlihat mengenakan gaun ketat warna merah dengan memperlihatkan dada yang terbuka lebar, terlihat dua tahi lalat berada pada bagian dada sebelah kiri.

Pada segmen ketiga, Pedangdut itu kembali bergoyang hot, kali ini hanya mengenakan bra motif kulit harimau warna abu abu dan celana super ketat warna cokelat muda yang memperlihatkan lekuk pada bagian tubuhnya.

Goyangan hot kembali diperagakannya pada segmen terakhir ini, bahkan dia terlihat begitu bersemangat hingga mengeluarkan keringat pada beberapa bagian tubuhnya.

Seorang pelajar di Kota Bengkulu mengaku mendapat kiriman video hot itu dari teman di Grup WhatsApp sesama teman sekolahnya.

Dia mengaku hampir seluruh teman satu grup berjumlah 35 orang itu menyimpan video yang sama.

“Otomatis tersimpan di Android saya, semua anggota grup juga menyimpannya,” ujar pelajar yang tak bersedia disebutkan namanya itu, di Bengkulu, Minggu (28/2/2016)

Beredarnya video ini baru berlangsung sepekan terakhir secara cepat. Sebab satu orang pelajar bisa memiliki lebih dari 2 grup dan video tersebut beredar secara berantai.

“Sepertinya artis dalam video ini asli si Mbak itu, selain goyang hot juga gaya bicara dan ucapannya di segmen kedua yang membuat kami yakin,” kata pelajar tersebut.

Sementara itu, para guru dan aktivis perempuan mengecam keras aksi di video Goyang Hot pedangdut nasional di Bengkulu.

Susi Handayani, aktivis Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PUPA) Bengkulu, menilai beredarnya video goyang hot itu merupakan salah satu dampak negatif perkembangan teknologi informasi.

Rancangan visual yang disajikan dalam video itu sangat mudah mempengaruhi psikologi anak. Anak perempuan bisa saja meniru gaya yang diperagakan. Lebih parah dampak yang terjadi di kalangan pelajar pria. “Bahaya itu, bisa dijadikan objek seksual yang akan berdampak sangat luas,” kata dia di Bengkulu, Minggu (28/2/2016).

Dia menyakini video yang dibuat itu tujuannya adalah untuk koleksi dan konsumsi pribadi. Perlu ditelusuri siapa pihak pertama yang menyebarkan video itu dan tujuannya.

“Ini sudah melanggar hak pribadi seseorang, ketika video itu sudah masuk ke ruang publik dan dikonsumsi semua orang, tentu saja akan sangat berbahaya,” lanjut Susi.

Akademisi Ilmu Komunikasi Universitas Dehasen Bengkulu, Vethi Ochtaviany Chaniago, meminta pemerintah untuk membuat sebuah sistem untuk menjaring konten informasi yang menyesatkan. “Pemerintah harus campur tangan dan pengawasan orang tua juga diperketat,” tegas Vethi.

Seorang guru di SMP Negeri 2 Kota Bengkulu, Nani Zulhani, mengatakan, beredarnya video hot di kalangan pelajar itu disebabkan para orang tua yang kurang melakukan kontrol terhadap penggunaan teknologi terhadap anak.

Dia menyayangkan para pelajar terlalu bebas mengakses dan bertukar bahan yang seharusnya belum layak dikonsumsi. Apalagi penyebaran itu terjadi secara luas dan berantai kepada anak yang masih dibawah umur.

“Ini sudah lost control dan para orang tua harus berlaku keras terhadap perilaku yang sudah di luar batas kewajaran, kami mengecam beredarnya video hot itu,” kata Nani.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*