Sadis, Ini Video Diduga Anggota DPR Ivan Haz Memukul Pembantu

Ivan Haz – Diduga memukul pembantu, Anggota  Fraksi PPP DPR Fanny Safriansyah alias Ivan Haz dilaporkan ke Kepolisian Daerah Metro Jaya atas dugaan KDRT oleh pembantunya Toipah, 20 tahun, dengan nomor laporan LP/3993/IX/2015/PMJ/Dit.Reskrimum.

Kini beredar luas video rekaman CCTV pemukulan yang dilakukan diduga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Ivan Haz beredar luas, tak terkecuali di kalangan wartawan.

Video berdurasi 15 detik tersebut memperlihatkan empat orang naik lift, yakni pria berbaju merah, wanita berbaju hitam dan dua wanita diduga PRT yang mengenakan seragam.

Pria berbaju merah yang diduga Ivan Haz tiba-tiba mengepalkan tinju dan memukul kepala salah satu PRT yang berdiri dekat pintu.

Pukulan tersebut dilakukan hingga dua kali.

Pria tersebut disebut mirip dengan Ivan Haz, yakni bertubuh gempal, hidung besar, dan lekukan sama dengan putra mantan Wakil Presiden Hamzah Haz ini dalam foto yang beredar di dunia maya.

Toipah mengaku sering dianiaya majikan, yang juga anak Wapres RI ke-9 itu saat bekerja di Apartemen Ascot, Lantai 14 Nomor 1.407 Jakarta Pusat.

“Korban mengaku dianiaya berulang kali di Apartemen Ascot,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol M. Iqbal kepada wartawan, Jumat (2/10).

“Memang benar sudah ada laporan adanya kekerasan fisik,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal, Jumat, 2 Oktober 2015.

Dalam laporan Toipah kepada polisi, sejak awal bekerja telepon seluler dan kartu identitasnya (KTP) ditahan sang majikan. Ia tak diizinkan keluar rumah dan jika melakukan kesalahan sedikit saja, ia sering dianiaya.

Puncaknya terjadi pada Selasa, 29 September 2015. Toipah dipukul dengan tangan kosong hingga telinga kirinya bengkak. Ivan Haz menendang kedua tangan Toipah. Punggung korban pun sempat ditendang sebelum akhirnya kepala Toipah dipukul dengan kaleng obat nyamuk hingga berdarah.

Toipah kabur esok harinya, lalu melapor ke Polda Metro Jaya. Toipah yang kelahiran Brebes digaji Rp 2,2 juta rupiah per bulannya. Di rumah Ivan Haz, ia bekerja sebagai baby sitter atau pengasuh bayi dan pekerjaan rumah lainnya.

Kekerasan ini dilakukan sejak Juli 2015. Apabila terbukti melakukan kekerasan, Ivan Haz terancam dikenai Pasal 44 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga. Ancaman kurungan paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp 15 juta.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*