Foto PSK Tinggalkan Hunian Kalijodo

Kalijodo Jakarta – Jelang penggusuran kalijodo Jakarta, bagaimanakah penampakan para PSK tinggalkan rumah di Kalijodo?

Pekerja Seks Komersial (PSK) mulai meninggalkan kawasan prostitusi Kalijodo, Jakarta, 18 Februari 2016 dan meninggalkan kondom yang berserakan. Kalijodo merupaka kawasan prostitusi yang telah ada sejak zaman kolonialisme Belanda.

Kondisi salah satu kamar di sebuah kafe yang mulai ditinggalkan pemiliknya di kawasan Kalijodo, Jakarta, Kamis (18/2). Lokalisasi itu mulai ditinggalkan penghuni sejak berkembangnya wacana penggusuran kawasan Kalijodo.

Pekerja Seks Komersial (PSK) mulai meninggalkan kawasan prostitusi Kalijodo, Jakarta, 18 Februari 2016. Pemprov DKI Jakarta akan mengubah kawasan prostitusi di sepanjang sungai Ciliwung, Jakarta Utara tersebut menjadi ruang terbuka hijau.

Warga penghuni kos-kosan di Kalijodo, Penjaringan, Jakarta Utara, mulai pergi meninggalkan tempat tinggal mereka. Pantauan Tempo, kondisi itu terlihat di RT 04 RW 05, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara.

“Mau pindah belum tau mau ke mana. Kan mau digusur katanya,” kata seorang penghuni kos, Kamis, 18 Februari 2016. Di gang-gang Kalijodo RW 05, beberapa pria juga tampak hilir mudik membawa kasur busa dan rak-rak lemari plastik.

Mereka merupakan penduduk asli Kalijodo yang membantu para penghuni kos pindah tempat. Selain itu, beberapa pemilik kafe tempat hiburan malam juga terlihat mengosongkan tempat usahanya.

Kafe Subur Indah, misalnya, sebuah kafe yang berada di pinggir jalan Kalijodo terlihat mengosongkan tempat usahanya. Sekitar enam kasur busa dikeluarkan dan dinaikkan ke sebuah mobil bak terbuka pada pukul 19.30 WIB.

Kafe Raja Club 121, yang masuk wilayah Jakarta Barat, juga terlihat bersiap mengosongkan tempat dengan menurunkan sekitar tiga unit AC yang terpasang sebelumnya. Penurunan itu tak lama setelah petugas kantor Wali Kota Jakarta Barat datang dan memberi surat peringatan pertama sebelum menggusur kawasan itu.

Seorang warga sambil membawa barang miliknya mulai meninggalkan kawasan Kalijodo, Jakarta, Kamis (18/2). Lokalisasi itu mulai ditinggalkan penghuni sejak berkembangnya wacana penggusuran kawasan Kalijodo.

Warga membongkar pendingin ruangan jelang penggusuran kawasan Kalijodo, Jakarta, 18 Februari 2016. Selain sebagai pemukiman warga, Kalijodo terkenal sebagai kawasan lokalisasi dan hiburan malam.

Sementara itu saat malam tiba,  Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Krishna Murti bersama timnya melakukan patroli malam di kawasan Kalijodo, Jakarta Utara. Krishna juga sempat menegur beberapa pemuda yang sedang berkumpul di gang Kalijodo.

Kejadian ini berlangsung saat Krishna melanjutkan perjalanan ke rumah warga di kawasan RW 05 Kalijodo. Beberapa warga tampak berkumpul di depan sebuah rumah yang diketahui milik Leo tangan kanan Abdul Aziz.

“Udah dapat rumah belum?,” kata Krishna kepada kelompok pemuda tersebut.

“Belum Pak saya disuruh ke posko kecamatan untuk daftar,” jawab salah seorang pemuda kepada Krishna.

“Besok mau ngelawan?” tanya Krishna lagi,

Pertanyaan terakhir Krishna membuat semua pemuda terdiam. “Ya sudah bagus kalau enggak (melawan),” sambungnya.

Bahkan, seorang perempuan nekat mendatangi Krishna dan meminta agar tidak digusur. “Pak kami tidak mau pindah, keluarga saya disini semua,” pinta peremuan tersebut.

“Udah pindah?” ujar Krishna.

“Belum Pak, biar saya bertahan di sini saja,” jawab perempuan tadi.

“Ya sudah bagus, nanti bikin tenda aja,” kata mantan Kapolsek Penjaringan ini.

Berita Terkait

3 Fakta PSK Kalijodo Yang Akan Segera Digusur

Ini Gambaran Tempat Prostitusi Lantai 7 Hotel Alexis

Dulu Kalijodo Jakarta Bernama Peh Cun

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*