3 Fakta PSK Kalijodo Yang Akan Segera Digusur

PSK – Kalijodo Jakarta akan benar-benar di gusur. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menginstruksikan untuk menggusur dan menutup lokasi ini. Kejadian ini bermula ketika Tabrakan Maut Fortuner yang sebelumnya mampir ke kalijodo.

Kalijodo merupakan salah satu lokasi esek-esek ternama di Jakarta. Kawasan ini begitu dikenal sebagai tempat wisata lendir bagi para pria hidung belang kelas menengah bawah.

Betapa tidak, para perempuan yang ditawarkan di Kalijodo rata-rata sudah senior. Tapi ada juga yang penjaja cinta yang masih muda. Tentu saja harganya lebih mahal.

Banyak orang yang begitu tergantung dari bisnis esek-esek di Kalijodo. Karenanya, mereka pun langsung “mengecam” saat Ahok, sapaan Basuki berencana menutup lokalisasi itu.

Berikut 3 Fakta PSK Kalijodo

1. Ramah Kantong

Lokasisasi Kalijodo adalah lokalisasi yang ramah kantong. Artinya harga para penjaja cinta di sini begitu terjangkau dan bisa menyesuaikan kantong para pecinta wisata lendir.

Yang termurah adalah Rp 50-100 ribu. Tentu saja, para PSK yang dibanderol harga itu jauh dari kata cantik. Biasanya mereka adalah orang-orang senior yang sudah layak menimang cucu.

Tapi, jika ingin yang cantik dan muda juga ada. Biasanya mereka dibanderol dengan harga Rp 200- Rp 350 ribu.

2. Buka 24 Jam

Untuk wisata esek-esek, Kalijodo buka 24 jam non-stop. Lokasi yang berada di bantaran kali Banjir Kanal Barat Jalan Kepanduan II RT 5/RW 2, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara‎ itu selalu setia menunggu pria hidung belang.

Seorang pedagang, Lina, 45,mengatakan, wanita selalu tersedia di Kalijodo ‎selama 24 jam. Namun demikian, menurut dia, tempat karaoke dan kafe-kafe minuman keras baru buka sekira pukul 20.00 WIB.

“Disini mah kalo cafenya malam baru buka, siang gak buka. Kalo cwenya nonstop. Ceweknya siang dan malam ada. Kan ikut mami,” kata ibu satu anak ini, Senin (15/2).

3. Kebersihan ala kadarnya

Kalijodo tentu saja jauh dari kata bersih. Ya, wisata esek-esek di sana memanfaatkan rumah warga yang ada di bantaran sungai sebagai tempat untuk memadu kasih. Saat menjajakan diri, para PSK bersama maminya berjejer-jejer di depan rumah-rumah itu. Tak hanya itu, di dalam kamar yang dibuat untuk tempat mesum, biasanya berserakan dengan alat kontrasepsi seperti kondom. “Tempat sampahnya penuh kondom. Kadang biasanya berserakan di lantai,” kata seorang pria pelanggan Kalijodo yang tak mau namanya disebutkan.

Selain menjajahkan PSK, Kalijodo ini terdapat preman. Wisata lendir di Kalijodo ini memang identik dengan preman. Betapa tidak, mereka adalah orang yang begitu berkepentingan atas berlangsungnya bisnis ini. Sebab, setiap hari mereka adalah pihak yang mendapatkan pundi-pundi dari bisnis esek-esek.

Selain menguasai lahan parkir, dan keamanan, banyak juga preman yang ikut memasarkan para PSK. Tentu saja mereka mendapat keuntungan dari situ.

Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti dalam bukukunya Geger Kalijodo mengaku pernah ditodong pistol oleh preman Kalijodo pada 2002 lalu saat masih menjabat Kapolsek Penjaringan.

Karna sudah bermain pistol itulah, Ahok pun menggandeng pihak kepolisian dan TNI untuk menertibkan Kalijodo.  Bahkan Ahok pernah berujar akan menggunakan tank TNI untuk menggusur Kalijodo.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*