Zat Hidrogen Sianida di Kopi Mirna

Kopi Maut – Saat Jessica Wongso belum di tetapkan jadi tersangka oleh kepolisan, Pihak Laboratorium Forensik Mabes Polri menemukan adanya zat sianida sebanyak 15 gram pada kopi Mirna.

“Dari hasil sampel yang dikirim ke Labfor, ditemukan kandungan sianida sebanyak 15 gram,” kata Kepala Pusat Laboratorium Forensik Polri Brigadir Jenderal Alex Mandalika sebagaimana dilansir Tempo. Baca berita lengkapnya di Kopi Wayan Mirna Mengandung 15 gram Racun Sianida

Namun pada (2/2), sebagaimana dilansir tribunnews, Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya, Kombes Musyafak mengindikasikan ada zat hidrogen sianida di minuman es Kopi Vietnamese yang diminum Wayan Mirna Salihin.

“Hidrogen sianida,” tutur Musyafak kepada wartawan ditemui di Mapolda Metro Jaya, Selasa (2/2/2016).

Zat hidrogen sianida larut dalam kopi yang diminum Mirna di Cafe Olivier, Grand Indonesia pada Rabu (6/1). Setelah tercampur dengan minuman, zat tak berwarna dan pahit seperti rasa kacang almon.

Berdasarkan pemeriksaan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri ada zat sianida di kopi yang diminum Mirna. Setelah dilakukan autopsi terhadap jasad, zat sianida itu masuk ke lambung.

“Sianida tetap, memang tetap positif sampelnya ada sianida. Lambung juga ada sianida. Kuantitas tak perlu diperdebatkan,” kata dia.

Sebagaimana dilansir cnnindonesia, Hidrogen sianida ialah senyawa anorganik dengan rumus molekul HCN. Senyawa tersebut berbentuk cairan tak berwarna dan sangat beracun, dengan titik didih sedikit di atas suhu ruangan, 25.6 derajat Celcius.

HCN diproduksi dalam skala industri dan sangat bernilai karena digunakan sebagai bahan baku banyak senyawa kimia, mulai polimer sampai obat-obatan. Musyafak menekankan, hidrogen sianida dalam kopi Mirna masih dugaan. Menurutnya, ada banyak kemungkinan karena kandungan sianida dalam kopi Mirna sampai saat ini masih diselidiki oleh Laboratorium Forensik Mabes Polri.

“Bisa serbuk atau cair karena dua-duanya larut dalam air. Berbahaya juga dua-duanya,” ujar Musyafak.

Musyafak menyebut semua jenis sianida sangat berbahaya jika terkonsumsi oleh manusia. Sianida yang tercampur air dan terkonsumsi oleh manusia, kata dia, akan menyebabkan kerusakan organ dalam tubuh.

“Sianida cukup cepat berdifusi dengan jaringan sel tubuh. Lima belas detik pun bisa masuk langsung dalam sel tubuh. Tiga menit bisa mempengaruhi frekuensi napas, cepat dan dangkal. Bisa memicu gangguan aktivitas otot jantung yang mengakibatkan kematian,” kata Musyafak.

Oleh sebab reaksi sianida yang cepat itu, tubuh memerlukan banyak oksigen. “Maka frekuensi pernapasan butuh lebih banyak, 8 sampai 10 menit,” ujar Musyafak.

Musyafak belum bisa menyampaikan kuantitas sianida yang persisnya terkandung dalam kopi Mirna. Menurut dia, kuantitas sianida bukan persoalan jika penyidik telah menemukan bukti otentik bahwa penyebab kematian Mirna adalah akibat sianida.

“Sampel positif sianida, di lambung (Mirna) juga ada. Kuantitasnya tidak perlu diperdebatkan,” ujar Musyafak.

Sementara itu, Kuasa Hukum Jessica Wongso, Yudi Wibowo mengatakan kliennya saat ini tertekan lantaran kerap dipaksa Krishna sebagai pembunuh Mirna.

“Sampai dibawa ke ruang kerja Krishna. Suruh ngaku. Diperiksa suruh ngaku. Ada saksinya,” kata Yudi saat dihubungi, Jakarta, Senin, (1/2).

Selain itu, kata Yudi, kliennya sempat dijanjikan oleh Krishna mengenai keringanan hukuman bila mengakui pembunuhan tersebut.

“Kalau ngaku hukumannya ringan. Kalau tidak mengaku hukumannya berat, 20 tahun atau hukuman mati bilang gitu,” katanya. Baca berita lengkapnya di Bener Nih Jessica Dipaksa Kombes Krishna Ngaku Bunuh Mirna ?

Berita Terkait

Terkuak.. Begini Kronologi Pembunuhan Mirna Versi Jessica Wongso dan Hani

Terungkap.. Ini Yang Dilakukan Jessica di Malam Hari Setelah Kematian Wayan Mirna

15 Meme Kopi Maut Kocak Abis Heboh Di Sosmed

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*