Jessica Wongso Tersangka, Polisi Siap Beberkan Motif Pembunuhan Mirna

Jessica Wongso – Pada jumat (29/1) pukul 23.00, Polisi tetapkan Jessica Wongso sebagai tersangka pembunuhan Mirna. Status tersangka diketahui dari informasi percakapan dengan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti. Setelah penetapan Jessica Wongso jadi tersangka, polisi menuju ke rumah Jessica di RT 14 RW 02, Graha Sunter Permata, Blok J 1, Sunter Agung, Jakarta Utara. Namun yang bersangkutan tak ditemukan di rumah

Sekitar pukul 00.00 WIB, Jessica Wongso yang dihubungi Liputan6 mengaku menginap di hotel untuk menghindari wartawan. Polisi akhirnya menemukan Jessica tengah menginap di Hotel Neo, Mangga Dua, Jakarta Utara. Jessica kemudian dijemput paksa oleh polisi pukul 07.45 WIB dan Jessica digelandang ke Mapolda dan sampai saat ini masih di periksa polisi. Lantas Apa Motif Pembunuhan Mirna ?

Motif Pembunuhan Mirna

Polisi akan membeberkan motif pembunuhan Wayan Mirna Salihin (27) yang diduga dilakukan Jessica Wongso pada Minggu 31 Januari 2016.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal sebagaimana dilansir liputan6, mengatakan, polisi masih memeriksa Jessica Wongso (27) secara intensif dan masih memiliki waktu hingga pagi besok untuk memutuskan ditahan atau tidaknya Jessica.

“Besok rilisnya. Saat ini penyidik masih memeriksa tersangka secara intensif dan kami punya waktu 1×24 jam sejak penangkapan pukul 07.45 WIB hingga 07.45 WIB besok,” jelas Iqbal di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (30/1/2016).

Dalam pemeriksaan pertama sebagai tersangka, Jessica Wongso didampingi salah satu tim penasihat hukumnya, Yayat. Dia mengatakan, pendampingannya hanya sampai Ketua Tim Penasihat Hukum Jessica, Yudi Wibowo, tiba di Mapolda Metro Jaya.

Saat ditanyai tanggapannya mengenai jeratan Pasal 340 KUHP yang dikenakan polisi kepada Jessica Wongso, Yayat mengatakan siap menghadapinya sesuai prosedur hukum yang berlaku di Indonesia.

“Saya dampingi hanya sampai Pak Yudi datang. Kebetulan kan saya yang tinggal Jakarta, jadi saya yang lebih cepat sampai di sini (Mapolda). Sebagai seorang pengacara, itu hal biasa ya menghadapi seperti itu (ancaman hukuman berat). Nanti kan pengadilan yang menentukan,” terang Yayat.

Pengamat hukum pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar tidak mau berspekulasi mengenai siapa dan apa motif Pembunuhan Mirna. Menurutnya, hal itu merupakan urusan polisi.

Ditegaskan, dirinya tak mau menduga-duga apa motif pembunuhan Mirna yang dihabisi dengan sadis menggunakan racun sianida berdosis tinggi di cafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

“Kalau soal motif tanya ke psikiater,” tegas Fickar menjawab JPNN, Selasa (26/1).

Namun, sepengetahuannya secara umum hanya butuh sianida 0,9 gram untuk membunuh seseorang.

Nah, dalam kasus Mirna, berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik kepolisian diketahui kandungan sianida di kopi Mirna itu seberat 15 gram.

Menurut Fickar, kalau memang pelaku sengaja menghabisi Mirna dengan menaruh 15 gram siandia di kopi, maka bisa dikatakan sang pembunuh sangat sadis. “Maka dia pembunuh sadis karena 0,9 gram saja sudah bisa mematikan. Ini 15 gram,” katanya.

Secara umum, Fickar menegaskan, pembunuh sadis biasanya tega menghabisi orang lain punya berbagai alasan. Antara lain, ia menyebut, bisa karena sakit hati, cemburu, dendam, hingga masalah hutang piutang.

“Tapi, saya tidak bisa menduga yang mana motifnya (pembunuhan Mirna) karena itu urusan polisi untuk mencarinya,” ungkap Fickar lagi.

Berita Terkait

6 Foto Jessica Kusuma Wongso Di Tangkap Di Hotel

2 Aktivitas Jessica Sebelum Di Tangkap Polisi

Aneh, Jessica Wongso Minum Kopi Saat di Depan Penyidik

 

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*