Kopi Wayan Mirna Mengandung 15 gram Racun Sianida

Kasus Wayan Mirna – Polisi melakukan pra-rekonstruksi kematianWayan Mirna Salihin di Olivier Restaurant pada (11/01/16). Berdasarkan pra-rekonstruksi, ditemukan beberapa keganjilan yang kuat dugaan Wayan Mirna Meninggal Karna Diracun.

Hasil Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri

Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri telah selesai memeriksa sampel kopi ala Vietnam yang diminum Wayan Mirna.

“Dari hasil sampel yang dikirim ke Labfor, ditemukan kandungan sianida sebanyak 15 gram,” kata Kepala Pusat Laboratorium Forensik Polri Brigadir Jenderal Alex Mandalika sebagaimana dilansir Tempo.

Sebagai perbandingan, 90 miligram sianida bisa menyebabkan kematian pada orang dengan berat badan 60 kilogram. Sekitar 90 miligram, jika dalam bentuk cairan, dibutuhkan 3-4 tetes saja. Sedangkan 15 gram, sekitar satu sendok teh. “Bayangkan saja, banyakan mana 90 miligram dengan 15 gram,” katanya.

Lebih lanjut Alex mengatakan informasi ini sudah disampaikan kepada Polda Metro Jaya untuk ditindaklanjuti sejak empat hari lalu.

Zat sianida berbentuk cairan seperti air bius namun kasiatnya sangat berbahaya. Menurut Asisten Apoteker di salah satu Apotik Kimia Farma, Cengkareng, Fikri, zat sianida tersebut memang tidak dijual perbelikan secara bebas.

“Itu namanya natrium sianida atau cyanide bentuknya cairan. Enggak dijual perbelikan bebas. Cuma rumah sakit aja yang ada,” kata Fikri di Jakarta, Selasa (12/01/2016).

Fikri seperti diberitakan OkeZone menambahkan, kalau zat tersebut bisa saja untuk pembunuhan hama dan jika dikonsumsi bisa fatal akibatnya.

“Jika itu (zat cyanide atau sianida) dikonsumsi, akan fatal akibatnya,” tegasnya.

Dilansir dari Tribunnews,  Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel menyebutkan jika apa yang menimpa Wayan Mirna Salihin(27), adalah sebuah kasus pembunuhan dengan racun sianida yang dibubuhkan di kopi yang di minum Mirna, maka pelakunya adalah orang yang bukan orang awam atau umum.

Dan dapat dipastikan tidak akan semeja serta satu lokasi dengan Wayan Mirna.

“Sebab pembunuh dengan racun sianida menandakan pelaku ingin efek mematikan berlangsung cepat, sehingga kecil peluang korban diselamatkan. Karenanya pelaku pasti tidak ingin berada di lokasi saat korban menderita lalu tewas,” kata Reza, Senin (11/1/2016) malam.

Setelah hasil Puslabfor keluar, lantas siapakah yang akan menjadi pelaku dalam kasus Wayan Mirna?

Ikuti Terus Perkembangan Kasus Wayan Mirna yang belum tau siapa pelaku dan motif dari pelaku, Selengkapnya hanya di..

Kasus Wayan Mirna

Berita Terkait:

Babak Baru Kasus Wayan Mirna, Polisi Panggil Semua

Ini Rekaman Kasus Wayan Mirna Yang Beredar di Publik

Jessica Kusuma Wongso Dalam Kasus Wayan Mirna

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*