Jessica Ngadimin Bukan Pelaku, Ayah Wayan: ‘saya pikir ini crime’

Jessica Ngadimin –  Polisi sempat menyebut nama salah seorang teman Wayan Mirna Salihin sebagai orang yang memesankan kopi di kafe di Grand Indonesia, Jakarta Pusat.

Nama teman Mirna tersebut adalah Jessica Ngadimin. Namun dilansir dari detik, Jessica Ngadimin tidak kenal Wayan Mirna (27) yang tewas usai menyeruput kopi di Cafe Olivier, Grand Indonesia. Jessica tidak ada di lokasi saat peristiwa itu terjadi.

“Jessica Ngadimin ini satu sekolah dengan Mirna di Jubilee, karena itu jadi teman di facebook. Tapi mereka beda angkatan dan tidak kenal,” kata paman Jessica, Hendry Ngadimin, Senin (11/1/2016).

Menurut Hendry, keluarga terpaksa membuat bantahan dan klarifikasi di laman facebook Jessica Ngadimin karena ada pihak yang tidak bertanggungjawab memakai foto keponakannya dalam penyebaran kasus Mirna. Hendry juga sampai menelepon sebuah media ternama yang menyebut nama keponakannya. Kemudian media ternama itu menghapus berita yang menyebut Jessica Ngadimin.

penyataan-jessica_20160110_235457

“Pertama kami diamkan saja, tapi masalahnya keluarga yang di Amerika, Australia, dan di Singapura bertanya-tanya, makanya kami membuat keterangan itu di facebook Jessica Ngadimin,” urai dia.

Jessica Ngadimin hanya orang kantoran biasa. Saat peristiwa terjadi, banyak saksi teman kantornya yang melihat dia ada di kantor. Jadi tidak tahu apa-apa soal peristiwa Mirna.

“Itu mungkin Jessica yang lain, Jessica Ngadimin ini orang lugu. Dia kerja kantoran,” imbuhnya.

Karena ulah oknum tidak bertanggungjawab itu, ayah dan ibu Jessica Ngadimin dibuat sedih. “Silakan ditanyakan juga ke polisi soal Jessica yang terkait dengan Mirna,” tutup dia.

Ayah Wayan Mirna Merasa Anaknya Ada Yang Jahatin

Dermawan Salihin, ayah Wayan Mirna Salihin mencurigai ada yang tidak beres dengan kematian putrinya, akhirnya Dermawan mengizinkan otopsi tersebut.

Izin Darmawan diperoleh setelah pada Sabtu (9/1/2016) malam, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol Musyafak, dan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Herry ‎Heryawan menyambangi rumah duka Dharmais, Jakarta Barat.

Mereka membujuk Dermawan agar mengizinkan jenazah putrinya diotopsi. Agar penyebab kematian dapat diketahui dan demi kepentingan penyidikan.

“Anak saya ada yang jahatin, saya pikir ini crime dan polisi bilang butuh otopsi,” kata Dermawan saat ditemui Minggu (10/1/2016) di Rumah Duka Dharmais, Jakarta Barat.

Dermawan pun mengikuti proses otopsi hingga pukul 03.00 WIB. Setelah selesai, baru jenazah Mirna dimakamkan di Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (10/1/2015).

“Akhirnya saya relakan diotopsi. Katanya sih hasilnya lumayan. Saya sebagai orangtua tidak boleh banyak tahu,” kata dia.

Dermawan pun menyerahkan penyidikan kasus ini sepenuhnya kepada para penegak hukum.

Ia juga mengucapkan banyak terima kasih pada seluruh WNI dan WNA yang sudah bersimpati dalam kasus ini.

“Peristiwa ini diangkat di media sosial dan ini baru pertama kali terjadi, bahkan sampai ramai di luar negeri‎,” ungkapnya.

Ikuti Perkembangan Kasus Wayan Mirna selengkapnya hanya di

Kasus Wayan Mirna

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*