Tak Hanya Di Kalimantan, Kebakaran Hutan Meluas ke Maluku-Papua

Sapujagat.com – Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, berdasarkan data yang diterima BNPB hari ini, jumlah titik api di seluruh Indonesia meningkat drastis menjadi lebih dari 3.000 titik.

“Titik api pagi ini meningkat, tercatat 3.226 titik api di seluruh Indonesia,” kata Sutopo.

Jumlah terbanyak menurut Sutopo, masih di kawasan Kalimantan Tengah dengan 910 titik api. Dengan jumlah tersebut, kabut asap di ibu kota Kalteng, Palangkaraya, memasuki fase terburuk sepanjang terjadinya bencana kabut asap di Indonesia.

Di wilayah barat Indonesia, jumlah terbanyak berada di Sumatra Selatan dengan 797 titik api. Sementara daerah yang titik apinya mencapai lebih dari 150 adalah Kalimantan Selatan (231), Jambi (175), dan Kalimantan Timur (160).

Sisanya ialah Riau (39), Kepulauan Riau (2), Bangka Belitung (39), Lampung (8), Kalimantan Barat (22), Jawa Timur (20), dan Jawa Barat (4) yang jumlah titik apinya di bawah 50. Total titik api di barat Indonesia berjumlah 2.407.

Untuk kondisi di wilayah timur Indonesia berdasarkan data satelit Terra Aqua, terdapat 819 titik api yang mayoritas terdapat di Provinsi Papua. “Papua ada sekitar 584 titik api, sedangkan Papua Barat ada 48 titik,” kata Sutopo.

Sementara untuk penyebaran api di lokasi lain, Maluku terdeteksi memiliki 88 titik api, Maluku Utara 36 titik api, Nusa Tenggara Timur 13 titik, Nusa Tenggara Barat 11 titik, Sulawesi Selatan 23 titik, Sulawesi Barat 9 titik, Sulawesi Tengah 6 titik, dan Sulawesi Utara 1 titik.

singapura1

“Sebaran asap meluas. Kondisi cuaca yang kering menyebabkan kebakaran hutan dan lahan berpotensi meningkat,” ujar Sutopo.

Dengan kondisi yang memburuk ini, Sutopo mengatakan pemerintah akan menambah kekuatan satuan tugas udara dengan mengerahkan pesawat water bombing tambahan.

Menurut Sutopo, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan telah meminta tambahan lima unit air tractor yang akan disebar di kawasan Sumtera Selatan dan Kalimantan Tengah.

“BNPB diminta menghitung berapa keseluruhan pesawat sejenis Bombardier, Be-200 dan Air Tractor untuk water bombing. Jika perlu ditambah masing-masing jenis pesawat itu lima unit,” kata Sutopo sebagaimana dilansir CNN Indonesia.

Water bombing dengan pesawat akan dikombinasikan dengan bahan kimia di Sumtera Selatan, Kalimantan Tengah, Papua, dan wilayah-wilayah lain yang dilanda kebakaran hutan.

Dan hari ini,Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memberangkatan 1.000 Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan di Provinsi Sumsel.

Panglima TNI menyampaikan bahwa, ini adalah tugas mulia yang para prajurit emban, kemuliaan itu terletak pada tugas menyelamatkan ekosistem hutan dan menyelamatkan masyarakat dari dampak sistemik bencana kebakaran yang sedang terjadi, dimana kecenderungan kebakaran semakin meluas dan semakin besar dampak yang ditimbulkan.

“Laksanakan tugas mulia tersebut dengan penuh keikhlasan, sesuai pembagian tugas yang diberikan oleh Komando Satuan Tugas yang sudah dibentuk, perhitungkan dengan cermat taktis di lapangan, dihadapkan dengan resiko yang akan terjadi untuk menghindari terjadinya korban dalam tugas,” ungkap Panglima TNI.

335710_seribu-pasukan-tni-bantu-pemadaman-kebakaran-hutan_663_382

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, kepada setiap Satgas diupayakan untuk dapat menyisir setiap sudut-sudut hutan, yang berpotensi timbulnya titik-titik api kebakaran baru dengan mengefektifkan alat pemadam yang dibawa dan mengoptimalkan kerjasama dengan semua pihak untuk bersinergi dalam memanfaatkan segenap potensi wilayah yang ada. Dalam hal ini, diperlukan kreativitas berpikir dan semangat pantang menyerah dari seluruh prajurit dan semangat pantang menyerah dari seluruh prajurit untuk dapat mengurangi titik api yang ada dan melokalisir tempat yang mengalami kebakaran hutan, sehingga tidak sampai menyebar ke tempat lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI juga berpesan untuk memperhatikan faktor-faktor keamanan dalam situasi dan kondisi apapun, karena itu merupakan bagian dari tugas para prajurit. Gunakan alat keselamatan kerja secara benar sesuai ketentuan, karena hal ini juga bagian dari keselamatan diri serta tercapainya pelaksanaan tugas dengan baik dan berhasil.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*