BNN Sebut I-Doser Bukanlah Narkotika

Sapujagat.com – Sebuah “narkoba digital” berupa aplikasi bernama I-Doser jadi ancaman baru. Dari beberapa review yang dibuat penggunanya di laman Youtube, stimulasi pada otak menggunakan I-Doser bisa menimbulkan efek seperti narkoba (marijuana).

Namun, Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut aplikasi tersebut bukan bagian dari narkotika yang ditangani pihaknya.

“Kalau narkotika itu ada disebut dan dijelaskan di undang-undang. Itu bukan narkotika,” kata Kepala UPT Laboratorium Narkotika BNN, AKBP Kuswardani, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (13/10/2015).

Undang-undang yang dimaksud Kuswardani adalah Undang-undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Di dalam pasal 1 undang-undang tersebut dijelaskan bahwa, “Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan, yang dibedakan ke dalam golongan-golongan sebagaimana terlampir dalam Undang-Undang ini.”

Dalam kajian ilmiah badan narkotika di tingkat internasional, kata Kuswardani, tidak didapati i-Doser sebagai bagian dari narkotika.

“Saya tidak mendapat itu di jurnal penelitian bahwa i-Doser adalah narkotika, meski beberapa testimoni menyebut dampaknya seperti narkotika, BNN belum pernah menangani ‘korban’ i-Doser,” ujarnya.

Aplikasi i-Doser ini membuah heboh setelah muncul di media sosial Path sejak beberapa waktu lalu. Ada yang bercerita mengenai penggunaan aplikasi itu yang menyebabkan kecanduan seperti narkoba.

Kemenkominfo akan turun tangan untuk mengecek aplikasi itu. “Sebetulnya kalau i-Doser bukan dalam artian dia physical narkoba ya. Itu teori hipnotis atau apa, teman-teman ini sedang cek. Kalau masyarakat katakan ini itu ya kita blok,” kata Menkominfo Rudiantara hari ini.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*