Lagi ! Perseteruan TNI dan Polisi Di Papua, Dua Polisi Papua Ditembak Paskhas

Sebelum kejadian penembakan, beberapa warga mendatangi markas Mapolsek Bandara yang berjarak kurang lebih 250 meter dari lokasi kejadian. Mereka melapor bahwa mereka dianiaya oleh sekelompok anggota TNI. Mendapat laporan tersebut, kedua polisi itu lalu mendatangi lokasi kejadian dengan tujuan ingin melerai.

“Tetapi sampai di sana, tiba-tiba bunyi suara tembakan, Briptu Wahidin ditembak dari arah belakang hingga terkena pantat dan kepala bagian belakangnya. Sedangkan Briptu Iksan ditembak dari arah depan hingga mengenai paha sebelah kiri, tinggal beberapa sentimeter langsung mengenai kemaluan korban,” ucap MN.

Dua anggota Polsek Bandara Sentani Jayapura yang ditembak personel Paskhas TNI AU di, ternyata menggunakan seragam lengkap saat kejadian.

“Saat kejadian keduanya menggunakan seragam lengkap, pakaian Polri. Karena saat itu mereka sedang bertugas dari markas mereka,” ujar salah satu saksi, MN, Jumat (2/10/2015).

Usai ditembak, kedua korban lalu dipopor menggunakan senjata api anggota Paskhas tersebut. Kedua korban sempat berteriak dan menyebutkan jika mereka adalah anggota polisi, tetapi anggota Paskhas tetap bringas melakukan pemukulan.

Insiden ini berlangsung hingga Kapolres Jayapura AKBP Sondang RD Siagian bersama Danlanud Jayapura Kolonel Purwoko Aji P, tiba di lokasi kejadian untuk melerai insiden tersebut.

Sementara Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma Dwi Badarmanto menegaskan, penembakan terhadap dua polisi itu bukanlah suatu kesengajaan. Prajurit matra udara hanya tengah berupaya mengusir sekelompok pemuda mabuk di bandara Sentani, Papua.

“Paskhas melakukan tembakan peringatan. Tapi tetap terjadi perlawanan (dari kelompok pemabuk) sambil teriak. Mungkin saat itu ada petugas polisi datang. Belakangan diketahui mereka anggota (Polsek Bandara) KP3,” pungkasnya.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*