Cerita Salah Tangkap Saat Ricuh Penggusuran Kampung Pulo

Pada eksekusi Kamis 20 Agustus 2015 kemarin, ratusan penghuni Kampung Pulo menolak digusur. Mereka melawan petugas gabungan polisi, Satpol PP, TNI dan lainnya dengan melempari batu dan pecahan beling.

Bentrok antara petugas dan warga pun tidak terhindarkan di ruas Jalan Jatinegara Barat. Jalanan ditutup. 1 Ekskavator yang digunakan untuk merobohkan bangunan dibakar massa. Polisi mengamankan 27 orang yang diduga terlibat melakukan tindak anarkis saat eksekusi.

Eko Prasetyo (22) menjadi korban salah tangkap dalam kericuhan yang terjadi saat dilakukan penggusuran pemukiman warga Kampung Pulo pada Kamis (20/8/2015) kemarin. Karena dianggap sebagai salah satu provokator, ia pun dipukuli petugas Satpol PP yang akan menggusur kawasan tersebut.

“Pukul 11.00, ia lewat sana, tapi ditarik petugas Satpol PP terus dipukuli hingga babak belur karena dianggap sebagai salah satu provokator warga,” sebut Yani yang merupakan sepupu Eko pada Kompas.com melalui sambungan telepon, Jumat (21/8/2015) pagi.

Eko sejatinya bukanlah salah satu pemukim Kampung Pulo. Ia merupakan warga Gang Banten VIII, RT 04, RW 05, Kelurahan Balimester, Jatinegara. Saat kericuhan terjadi, ia kebetulan melintas di Jalan Jatinegara Barat untuk menjemput pulang adiknya yang bersekolah di SD dekat sana.

“Eko emang lagi jalan kaki di sana buat menjemput adiknya yang sekolah di SD negeri 01 Balimester. Jadi ia tidak bawa apa-apa cuma pakai baju seadanya dan enggak bawa identitas,” sambung Yani.

Menurut Yani, kepala dan badan Eko cedera parah akibat pukulan bertubi-tubi yang diterimanya. Namun Eko tak langsung dibawa ke rumah sakit. Ia terlebih dahulu dibawa ke Polres Jakarta Timur untuk diperiksa.

Karena tidak mengantongi identitas, keluarga pun baru mengetahui kondisi Eko beberapa jam setelah kejadian. Ia pun dibawa keluarga ke RS Carolus, Salemba, Jakarta Pusat untuk mendapat perawatan lebih lanjut.

“Lukanya parah, wajah lebam, pelipis robek, waktu di-rontgen juga ada pembuluh darah di bagian kepala yang pecah,” kata Yani.

 

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*