Asisten Presdir XL Tewas, Mayat Ditemukan di Dalam Kolam Rendam Air Panas

Mayat Asisten Presdir XL

Sapujagat.com Asisten Presiden Direktur XL Axiata, Hayriantira (37) ewas setelah dibekap oleh teman dekatnya, AK alias AW (38), di Hotel Cipaganti, Garut, Jawa Barat. Hayrianti merupakan Business Assistant dari Presiden Direktur dan CEO XL Axiata sebelumnya, Hasnul Suhaimi.

Vice President Corporate Communication XL Axiata Turina Farouk mengungkapkan, perusahaan sempat bingung ketika Hayrianti (37) menghillang tanpa kabar. Hayriantira dibunuh dengan cara dibekap di sebuah kamar hotel di Garut, Jawa Barat.

“Tersangka mengaku membunuh korban dengan membekap mulutnya hingga tewas,” kata Krishna di Jakarta, Rabu (5/8/2015).

Setelah membekap Hayriantira, AK membawa korban ke kamar mandi. Kemudian, Hayriantira dimasukkan ke dalam bak mandi di kamar tersebut.

“Saat ditemukan, kulit korban sudah mengelupas. Diperkirakan dibunuh lebih dari satu hari,” kata Krishna.

sosok pembunuh Asisten Presdir XL

Setelah tewas, AK  alias AW (38) berusaha menghilangkan jejak. “Korban ditemukan di kolam rendam air panas,” kata Kapolres Garut Ajun Komisaris Besar Arif Rachman saat dihubungi Kompas.com di Jakarta, Kamis (6/8/2015).

Kolam tersebut berada di dalam kamar yang dipesan oleh Hayriantira dan AK. Arif menyebut hal lumrah kalau kolam pemandian air panas berada di dalam kamar hotel.

“Itu kan kolam pemandian air panas. Cipanas itu kan obyek wisata, di dalam hotelnya, ada kolamnya. Jadi, itu bukan bathtub. Jadi, kamar mandi di dalamnya ada kolam rendamnya,” kata Arif.

Saat ditemukan, korban dalam keadaan tertelungkup. Bagian depan tubuh korban terendam dalam air panas. Akibatnya, tubuh korban membengkak dan bagian depannya melepuh karena air panas.

“Kondisi jasad korban di dalam air. Satu hari di dalam air panas atau hot spring, jadi bengkak,” kata Arif.

Pihak keluarga telah mencari Hayriantira sejak perempuan tersebut menghilang pada November 2014, tetapi tidak menemukan hasil. Akhirnya, mereka melapor ke polisi pada 14 April 2015.

Saat hilang, Hayriantira bekerja sebagai Asisten Presiden Direktur XL yang dipimpin oleh Hasnul Suhaimi. Saat ini, jabatan presiden direktur dipegang oleh Dian Siswarini.

Setelah ditelusuri, akhirnya Hayriantira dinyatakan dibunuh oleh teman dekatnya, AK, pada Kamis (30/10/2014) di Garut, Jawa Barat. Saat ini, motif AK ialah karena persoalan pribadi.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*