Inilah Kicauan Agus yang Sudutkan Margriet Jadi Tersangka

pengakuan agus sudutkan margriet

 

Sapujagat.com – Agus Tay (25) melontarkan pengakuan baru terkait kasus pembunuhan Angeline (8). Pria asal Sumbawa ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah ibu angkat Angeline, Margriet di Jl Sedap Malam, Sanur, Denpasar.

Agus bertugas merawat ayam yang jumlahnya hampir 100 ekor. Saat Angeline dinyatakan hilang pada 16 Mei, Agus baru bekerja selama satu bulan. Dia mulai bekerja pada pertengahan April.

Haposan Sihombing, kuasa hukum Agustinus Tai Andamai (25) pelaku pembunuhan terhadap Angeline (8) di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali, mengaku kalau kliennya diminta ibu angkat korban, Margareith untuk menggali lubang.

Hal itu dikatakan Agus di hadapan kuasa hukumnya saat mendampingi proses penyidikan. Bahkan Lubang itu sempat membuat dirinya berpikir akan digunakan untuk buang sampah.

“Ya klien saya sebut lubang itu sudah ada sejak seminggu sebelum peristiwa dikabarkan Angeline hilang,” kata Haposan di Polresta Denpasar, Jumat (12/6).

Kesaksian Agus masih terus ditelusuri kebenarannya oleh aparat kepolisian. Sebab, Agus seringkali memberikan keterangan yang berubah-ubah. Sementara itu, tim kuasa hukum Margriet membantah pengakuan-pengakuan Agus tersebut.

Berikut 4 pengakuan baru Agus yang sudutkan Margriet Jadi Tersangka:

1. Angeline ‘Kerja Keras’

Agus menjadi saksi untuk tersangka kasus penelantaran anak Margriet. Agus mengungkapkan Angeline melakukan ‘setumpuk’ tugas.

“Jadi menurut AG, adik kita Angeline ini memasak, mengepel, memberi makan ayam. Kemudian kalau ke sekolah yang jaraknya jauh dia jalan sendiri,” jelas pengacara Agus, Haposan Sihombing, Jumat (19/6/2015).

Menurut Agus, sikap Margriet yang emosional kerap menjadi kendala. Tak hanya Angeline, Agus juga kerap dimarahi bila salah memberi makan ayam.
“Misalnya kalau makanan ayam cepat habis, itu dimarahi,” jelas Haposan.

Dia menegaskan, kliennya baru sebulan di rumah itu, namun melihat perlakuan yang diterima Angeline. “Nanti biar penyidik saja yang membuktikan, proses kan berjalan terus,” ujarnya dia.

2. Teriakan ‘Lepaskan Mama’!

Muncul pengakuan-pengakuan Agus terkait keterlibatan Margriet yang juga sudah ditetapkan menjadi tersangka kasus penelantaran anak.

“Ada keterangan baru,” jelas pengacara Agus, Haposan Sihombing, Jumat (19/6/2015).

Haposan menjelaskan Agus mengaku hanya membantu mengambil boneka, membungkus dengan seprei, dan menguburkan.

“Jadi AG mengaku, dia mendengar teriakan lepaskan mama. Kemudian AG masuk ke kamar, dia diminta membantu membereskan jasad Angeline dan menguburkannya,” terang Haposan.

3. Imbalan Rp 200 Juta

Haposan menyampaikan kliennya, Agus, dijanjikan imbalan Rp 200 juta oleh Margriet.

Agus juga diminta mengaku sebagai pelaku pembunuhan dan pemerkosaan.

Lalu bagaimana dengan keterangan Agus yang berubah-ubah? “Ini kan sejak awal dia mengaku ada ancaman, nah ini saya rasa ada sesuatu. Silakan pihak kepolisian membuktikan, ini kan AG ada pengakuan,” imbuh dia.

4. Agus Sebut Margriet Bunuh Angeline

Agus Tay menyeret Margriet sebagai otak pembunuhan Angeline.

“Jadi berdasarkan keterangan tersangka AG, dia menyatakan keterangan pemukulan dan pembunuhan adik kita Angeline Ibu Margriet,” terang pengacara Agus, Haposan Sihombing, Jumat (19/6/2015).

Menurut Haposan, Agus mengaku dia hanya mengambil boneka, seprai, dan membungkus jenazah Angeline dan meletakkannya di lubang kecil di belakang rumah. “Lubang itu bahkan sempat dilebarkan. Dan Ibu M sempat membetulkan letak jenazah,” terang Haposan.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*