Sadis..Bapak Ini Harus Dipenjara Seumur Hidup Karna Perkosa dan Membunuh ke-4 Anaknya

pembunuhan sadis dan pemerkosaan

 

Sapujagat.com – Mawar (15 tahun-bukan nama sebenarnya) harus menelan kenyataan pahit karna telah diperkosa oleh ayahnya dari tahun 2014. Sungguh biadab perbuatan Sadriansyah alias Upik (42). Warga Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) ini tega memperkosa anak kandungnya berkali-kali.

Alasannya menyetubuhi anaknya sungguh biadab.

“Pengakuan pelaku saat diperiksa, dia memperkosa anaknya karena hasrat,” kata Kapolsek Sungai Kujang Kompol Siswantoro saat berbincang dengan detikcom, Minggu (15/5/2015).

“Kata pelaku, daripada orang lain yang menikmati tubuh anaknya, lebih baik dia,” sambung Siswantoro menirukan ucapan Sadriyansah.

Dijelaskan Siswantoro, Mawar sudah diperkosa Sadriansyah sejak 2004 lalu. Korban yang masih duduk di bangku SMP itu diperkosa berulang-ulang di rumahnya.

“Anaknya diperkosa korban berulang-ulang di bawah ancaman. Kalau melapor akan dibunuh,” ucap Siswantoro. Ibu korban RU (35) juga tak berani bicara karena diancam akan dihabisi.

Saat hendak disetubuhi ayahnya Jumat, 24 April 2015 lalu, lanjut Siswantoro, Mawar memberanikan diri kabur ke rumah temannya dan menceritakan peristiwa pahit yang dialaminya. Keesokan harinya paman temannya itu kemudian mengantarkannya ke kantor polisi untuk membuat laporan.

“Saat dia kabur itu, pelaku membakar semua buku-buku dan peralatan sekolah korban,” jelas Siswantoro. Sadriansyah kemudian berhasil diringkus polisi pada Jumat (15/5).

Dari hasil pemeriksaan Mawar, terdapat fakta-fakta baru yang mengejutkan soal Sandriansyah. Ayah biadab ini juga ternyata telah membunuh 4 anak kandungnya yang masih kecil secara keji dari kurun waktu 1997 sampai 2008.

4 bocah malang yang dibunuh Sadriansyah adalah Santi Purwasih (perempuan usia 1 bulan) tahun 1997, Saparudin (laki-laki usia 2 bulan) tahun 1998, Marhat (laki-laki usia 3 bulan) tahun 2001, dan Syahrul (usia 4 bulan) tahun 2008.

“Keempatnya dibunuh pelaku secara keji,” imbuh Siswantoro. Menurutnya, ada satu lagi anak laki-laki pelaku yang masih bertahan hidup meski mengalami gangguan mental akibat kerap disiksa.

Saat ini Sandriansyah ditahan di Mapolresta Samarinda. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dia dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*