Black Box Germanwings Sudah Ditemukan, Inilah Keronologi Jatuhnya Pesawat Germanwings

Black Box Germanwings Sudah Ditemukan, Inilah Keronologi Jatuhnya Pesawat Germanwings

Black box Germanwings telah ditemukan, pertanyaan besar mengenai mengapa pesawat itu jatuh kini terjawab sudah.

keganjilan demi keganjilan yang terjadi atas jatuhnya pesawat Germanwings terjawab sudah, keronologi ini di ambil dari harian Jerman Bild.

Kronologi jatuhnya pesawat Germanwings penerbangan 9525, Selasa (24/3) lalu dipaparkan oleh harian Jerman Bild. Kronologi tersebut berdasarkan rekaman black box Germanwings yang jatuh di Pegunungan Alpen tersebut.

Bild mengklaim bahwa kronologi itu didasarkan rekaman audio sepanjang 1,5 jam dari perekam di kokpit. Kendati begitu informasi tersebut belum bisa dikonfirmasi secara independen.

Berikut kronologinya :

– Sebelum tinggal landas pilot Patrick Sondenheimer mengatakan kepada kopilot Andreas Lubitz bahwa dia tak sempat ke kamar kecil di Barcelona, Spanyol. Lubitz menyatakan kepada Sondenheimer bahwa dia bisa ke kamar kecil kapan saja.

– Pesawat Germanwings penerbangan 9525 terlambat 20 menit saat tinggal landas. Setelah mencapai ketinggian jelajah, Sondenheimer meminta Lubitz untuk menyiapkan pendaratan.

– Setelah menyelesaikan pendaratan pesawat, Lubitz mengatakan kepada pilot bahwa “dia bisa pergi kapan pun (ke kamar kecil).”

– Terdengar suara kursi didorong ke belakang dan tak lama terdengar pilot berkata,” Kamu bisa mengambilalih.”

– Pada pukul 10.29 siang, menara pengawas mendeteksi bahwa Germanwings 9525 mulai melakukan manuver menukik.

– Tiga menit kemudian, petugas menara pengawas berusaha menghubungi pesawat dan tidak mendapatkan jawaban – tak lama setelah alarm di kokpit berbunyi. Alarm tersebut memperingatkan tingkat penurunan pesawat yang begitu tajam.

– Tak lama kemudian terdengar pintu kokpit digedor-gedor.

Sondenheimer memohon-mohon kepada Lubitz untuk membiarkannya masuk. Para penumpang kemudian terdengar berteriak.

– Tiga menit kemudian terdengar suara benturan besi pada ketinggian 7.000 meter (23.000 kaki).

– Satu setengah menit kemudian pada ketinggian 2.000 meter (6.500 kaki) lebih rendah ke tanah, alarm berbunyi “Daratan — naikkan pesawat!”

“Buka pintu ini!” teriak pilot sambil menggedor-gedor pintu kokpit.

– Pada pukul 10.38 ketinggian pesawat berada di 4.000 meter (13.000 kaki). Helaan nafas Lubitz bisa terdengar pada alat perekam.

– Dua menit kemudian, pihak penyelidik menyatakan bahwa mereka mendengar sayap pesawat menyenggol puncak gunung.

– Teriakan penumpang terdengar pada saat terakhir sebelum pesawat menabrak Pegunungan Alpen.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*