Inilah Bukti-bukti Co-pilot Germanwings Sengaja Menjatuhkan Pesawat

A rescue helicopter from the French Gendarmerie lands behind a media satellite dish seen during operations near the crash site of an Airbus A320, in Seyne-les-AlpesSapujagat.com – Co-Pilot muda Jerman mengunci dirinya sendiri di dalam kokpit pesawat Germanwings dan terbang ke gunung yang tampaknya telah menjadi niat untuk menghancurkannya, sebut seorang jaksa Prancis pada kamis waktu setempat.

Dugaan kuat Co-pilot sengaja menjatuhkan pesawat tersebut dengan motif yang belum diketahui. Data dari Flightradar24, layanan jasa online yang menunjukkan jalur penerbangan real time pesawat, menguatkan indikasi tersebut.

Dikutip dari FoxNews, Jumat (27/3/2015), pengelola FlightRadar24 menemukan bukti kalau sistem autopilot pesawat dipasang dalam setting paling rendah. Akibatnya pesawat perlahan menukik dari angkasa sebelum ditabrakkan ke gunung dan membuat semua penumpang tewas seketika.

Analisis data FlightRadar menunjukkan kalau autopilot secara manual diubah dari ketinggian 38 ribu kaki menjadi 100 kaki dan 9 detik kemudian pesawat mulai anjlok. “Kami menduga Anda tidak bisa melakukan setting autopilot sampai ketinggian 0000 jadi paling minimum adalah 100 kaki,” tulis FlightRadar.

Temuan dari FlightRadar ini telah diserahkan kepada para penyelidik. Sebelumnya, rekaman dari voice recorder di kokpit menunjukkan kalau kopilot Andreas Lubitz sengaja mengunci kokpit dari dalam sehingga pilot Patrick Sonderheimer yang sedang ke toilet tidak bisa masuk.

Dalam rekaman tersebut, terindikasi kalau Patrick sudah berusaha menggedor pintu namun Lubitz tidak juga membukanya. Kemudian secara sengaja, ia mulai menjatuhkan pesawat.

Brice Robin dari kejaksaan Prancis menyatakan kalau Lubitz melakukan aksinya itu dengan tenang dan napasnya tampak terkendali. Sesudah mengunci kokpit dari dalam, ia tidak bersuara sampai pesawat nahas itu jatuh.

“Benar-benar sunyi di dalam kokpit. Napasnya tidak menunjukkan kalau dia panik. Dia tidak mengatakan apa-apa. Benar-benar sunyi,” kata Robin.

“Kami hanya mendengar teriakan di saat-saat terakhir. Kematian terjadi secara instan. Sangat jelas kalau kopilot memanfaatkan absennya kapten di kokpit,” paparnya.

Belum jelas apa yang menyebabkan Lubitz tega melakukan perbuatan tersebut. Aparat tengah melakukan investigasi mendalam termasuk menggeledah tempat tinggalnya untuk menemukan petunjuk.

Lubitz diketahui punya riwayat depresi. Akan tetapi pihak Lufthansa selaku induk Germanwings menyatakan ia lulus semua tes psikologis dan dinyatakan layak menerbangkan pesawat, bahkan meskipun seorang diri. Kecil pula kemungkinan ia terkait dengan kelompok teroris.

Lufthansa pun kaget dengan peristiwa ini karena mereka mengklaim menyeleksi kru pesawat dengan sangat hati-hati. Dengan terjadinya peristiwa tragis ini, mereka mungkin akan melakukan evaluasi menyeluruh.

“Saya tidak membayangkan semua ini menjadi bertambah buruk. Padahal kami sudah memilih staf di kokpit dengan sangat sangat hati-hati,” kata CEO Lufthansa, Carsten Spohr.

Seorang kenalan Lubitz, menggambarkan dia sebagai seorang pemuda ramah yang tidak memberikan indikasi dia menyimpan niat jahat.

Penyidik ​​masih mencari  dua kotak hitam pada hari Kamis di jurang di mana pesawat itu jatuh, 100 km (65 mil) dari Nice, yang berisi data dari instrumen pesawat.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*