Indonesia Ingin Jiplak Kecanggihan Kereta Cepat Jepang

Indonesia Ingin Jiplak Kecanggihan Kreta Cepat Jepang

Presiden Jokowi mengungkapkan rencana mega infrastruktur untuk pembangunan kereta api supercepat dan transportasi maritim, serta meningkatkan sistem listrik di Indonesia dan pembangunan pelabuhan-pelabuhan. Presiden juga berjanji untuk menyederhanakan birokrasi untuk perusahaan-perusahaan Jepang yang ingin berinvestasi dalam rencana pembangunan.

Jepang secara khusus sangat tertarik untuk menjual sistem kereta api supercepat untuk meningkatkan jalur kereta antara Jakarta dan Surabaya. Pemerintah Jepang telah memutuskan untuk meningkatkan pinjaman yen mencapai US$ 1,2 miliar atau setara dengan 15 triliun.

Presiden Joko Widodo telah mengakhiri empat hari perjalanan ke Jepang dan bertemu sejumlah pejabat tinggi Jepang seperti Kaisar Akihito, Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe, dan menjadi pembicara kunci dalam sebuah forum bisnis.

Bagi Presiden Jokowi, perluasan investasi oleh Pemerintah Jepang di Indonesia adalah tujuan utama kunjungannya. Presiden memberikan pidato kepada 1.200 pengusaha di Tokyo termasuk perwakilan dari Federasi Bisnis Jepang dan Kamar Dagang Jepang.

Di Jepang, Presiden Jokowi juga mencoba sebuah kereta api supercepat berbentuk peluru dalam perjalanan dari Tokyo ke Nagoya untuk mengunjungi pabrik Toyota. Pemerintah Jepang mengatakan pengalaman Presiden Jokowi untuk naik kereta api supercepat itu diharapkan bisa memicunya untuk segera merealisasikan kereta api supercepat di Indonesia.

“Kita telah memberikan para pemimpin Indonesia pengalaman akan keamanan dan perjalanan yang stabil dari jalur ‘kereta peluru’ Shinkansen,” demikian pernyataan dari Pemerintah Jepang seperti dikutip dari Kyodo News.

Badan untuk bantuan luar negeri Jepang, The Japan International Cooperation Agency (Jica), sedang melakukan studi kelayakan terkait kemungkinan memperkenalkan sistem kereta peluru Jepang untuk rencana pembangunan 730 kilometer jalur kereta cepat antara Ibu Kota Jakarta dan Surabaya.

Setelah menaiki kereta, para pejabat Indonesia yang mendampingi Presiden Jokowi mengataan Indonesia akan memutuskan rencana pengadaan kereta peluru pada tahun ini.

“Kita akan lihat, apakah ini akan dibangun dari Jakarta ke Bandung atau Jakarta ke Surabaya, kita akan putuskan tahun ini,” ujar Jokowi.

Selain kerjasama infrastruktur, Presiden Jokowi dan PM Abe sepakat untuk meningkatkan kemitraan dalam keamanan maritim yang merupakan isu hangat kedua negara. Mereka akan membentuk forum tingkat tinggi untuk kerjasama di bidang industri maritim dan pembangunan infrastruktur.

Setelah mengunjungi pabrik Toyota di Nagoya, Presiden Jokowi bertolak ke Beijing, Tiongkok, hari Rabu (25/3). Di Tiongkok, hari Rabu, bersamaan dengan kedatangan Presiden Jokowi diadakan peluncuran buku berbahasa Mandarin karya Professor Xu Liping dan beberapa akademisi Tiongkok berjudul “Dari Bantaran Kali Anyar Hingga Istana, Kisah Presiden Jokowi”.

Siaran pers Kemlu menyebutkan acara peluncuran buku diselenggarakan oleh National Institute of International Strategy (NIIS)-China Academy of Social Sciences (CASS) and Social Sciences Academic Press (SSAP). Penerbitan buku tersebut bertepatan dengan peringatan 65 tahun hubungan diplomatik RI-Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan peluncurannya bertepatan dengan hari kunjungan kenegaraan Presiden Joko Widodo ke Tiongkok.

Prof Xu Liping adalah alumnus Presidential Friends of Indonesia Program tahun 2014. Dalam buku biografi itu dikisahkan tentang proses reformasi Indonesia yang semakin matang, dimana “orang biasa” dapat menjadi pemimpin bangsa.

Sejumlah perusahaan dari Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok juga telah mengungkapkan ketertarikan mereka pada proyek tersebut. Sedangkan, Jica pada 2012 sudah memulai studi awal untuk perjalanan kereta cepat antara Jakarta dan Bandung. Studi Jica akan berakhir bulan Mei 2015.

 

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*