Lubang ‘Neraka’ di India Tak Pernah Padam, Penduduk Jharia Mencekam

lubang neraka di India ini telan banyak nyawaSapujagat.com – Jharia, India adalah rumah bagi salah satu kebakaran tambang batubara terbesar di dunia. Setidaknya 70 kebakaran tambang batubara yang berbeda yang sampai sekarang terus terbakar dan melepaskan ribuan ton karbon dioksida ke atmosfer setiap tahun.

India adalah generator terkemuka keempat emisi gas rumah kaca di dunia, dan tambang batu bara yang terbakar merupakan sumber utama pencemaran ini.

Lubang api tersebut tercatat pertama kali muncul seratus tahun lalu, di tahun 1916. Penyebabnya pun sederhana, hanya karena sebuah tambang tua yang salah penanganan saat ditutup.

Imbasnya, api muncul dan melahap sisa-sisa batu bara yang ada di tambang tersebut. Baru sekitar 25 tahun lalu, api itu merobohkan dinding atas tambang dan menciptakan lubang api raksasa. Kemunculan lubang ‘neraka’ itu setidaknya menelan 250 rumah hanya dalam 2 jam.

Bahkan, sampai saat ini penduduk Jharia masih hidup bersama 70 titik api yang tersebar di sekitar lubang raksasa tersebut. Tidak mengherankan bila penduduk Jharia banyak yang mengalami gangguan pernapasan dan kulit parah.

lubang api india tak pernah padam

“Setiap setelah beraktivitas, aku mendapati lapisan tipis abu batubara di kulit dan baju ku. Saking panasnya di sini, wajah terasa seperti terus terbakar,” ujar Johnny Haglund, ilmuwan sekaligus fotografer pembuat film dokumenter, The Earth is on Fire, setelah tinggal di desa sekitar lubang api itu.

Celakanya, bukan hanya membawa dampak buruk bagi kesehatan, lubang api itu bisa benar-benar membunuh manusia. Hal ini disebabkan oleh banyaknya warga yang bekerja sebagai penambang batubara di sekitar lubang api itu.

Seperti yang dilansir oleh Wired (18/03), banyak orang yang terluka atau terjatuh dan tewas di dalam lubang-lubang api saat menambang batubara. Ironisnya, banyak penambang di sekitar yang ternyata masih anak-anak.

“Aku melihat anak-anak berumur 6 atau tujuh tahun membawa batubara tanpa sepatu dan menghirup udara beracun. Pemandangan itu sangat menyedihkan,” kata Haglund.

Ilmuwan memprediksi bila lubang api Jharia baru akan benar-benar padam 3.800 tahun lagi.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*