Mengenaskan! Indonesia Penyumbang Sampah Laut Terbesar Kedua di Dunia

indonesia menjadi negara penyumbang sampah laut terbesar diduniaSapujagat.com – Menurut penelitian yang dilakukan oleh Profesor Teknik Lingkungan dari University of Georgia yang bernama Jenna Jambeck, ada sekitar 8,8 juta ton plastik dibuang ke laut di seluruh dunia. Jika dijumlahkan, sampah tersebut setara dengan lima kantong belanja penuh dengan sampah plastik yang menutupi setiap 30 sentimeter garis pantai di seluruh dunia.

Siapa yang ada di balik itu semua? Negara berpenduduk terpadat, Tiongkok merupakan penghasil polusi plastik tertinggi di dunia. Setiap tahunnya, diperkirakan Negeri Tirai Bambu itu menghasilkan 2,4 juta ton polusi plastik. Di posisi kedua, ada Indonesia.

Tidak dijelaskan dalam penelitian itu, berapa banyak plastik yang dibuang masyarakat Indonesia. Yang jelas, Indonesia bukan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang bertanggung jawab atas sampah plastik di lautan. Setelah Indonesia ada Filipina, Vietnam, Sri Lanka, Thailand, Mesir, Malaysia, Nigeria, dan Bangladesh.

Menurut kepala penelitian Jenna Jambeck, seorang profesor teknik lingkungan di University of Georgia memperkirakan bahwa pada 2025 akumulasi sampah plastik di lautan akan mencapai sekitar 170 juta ton.

Dari 20 besar penyumbang sampah plastik terbanyak, Amerika Serikat merupakan satu-satunya negara dengan industri maju dan kaya. Sampah yang dihasilkan termasuk tas belanja, botol, mainan, pembungkus makanan, filter rokok, kacamata hitam, ember, sampai dudukan toilet.

“Singkat kata, sebutkan apa saja dan itu mungkin ada di lingkungan perlautan,” kata Kara Lavender Law, profesor riset kelautan yang bekerja sama dengan Sea Education Association.

Menurutnya, kebutuhan paling mendesak adalah menampung sampah plastik dan mencegahnya masuk lingkungan. “Berarti harus ada investasi dalam infrastruktur pengelolaan sampah, terutama di negara-negara dengan ekonomi berkembang pesat,” ujar Law menyarankan.

“Di negara-negara berpenghasilan tinggi, kami juga memiliki tanggung jawab untuk mengurangi jumlah sampah, terutama sampah plastik, yang kami buat,” tambahnya.

Riset yang menyebutkan negara-negara penyumbang polusi plastik laut itu, didasarkan pada data Bank Dunia untuk sampah yang dihasilkan per orang di semua negara dengan garis pantai, kepadatan penduduk pesisir, produsen sampah plastik, dan kualitas pengelolaan limbah.

“Saya rasa ini adalah peringatan untuk berapa banyak sampah yang kita hasilkan,” kata Jenna Jambeck, profesor teknik lingkungan dari University of Georgia, seperti dikutip Reuters.

Sampah-sampah plastik yang ada di laut tersebut merupakan salah satu isu penting karena sampah tersebut dimakan oleh binatang yang ada di laut serta bisa menjadi racun yang ada di laut. Selain itu juga, sampah plastik tersebut bisa mengurangi keindahan yang bisa berdampak pada kunjungan wisatawan.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*