Terjadi Teror Pada Selasa Malam, Suasana Gedung KPK Jadi Mencekam

Terjadi Teror Pada Selasa Malam, Suasana Gedung KPK Jadi Mencekam

Kasus tentang KPK-Kapolri belum mereda, kedua belah pihak masih menyelesaikan konfliknya di persidangan. Namun belum juga reda masalah dari kedua bidang hukum terbesar di Indonesia ini, terjadi sebuah teror yang mengancam gedung KPK.

Teror terjadi pada Selasa malam (10/2), dan menimpa suami dari pegawai KPK. Teror terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi bukan bualan. Hal itu dikemukakan oleh Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha.

Berdasarkan informasi yang didapat di internal KPK, peristiwa bermula saat sang suami hendak menjemput istrinya yang merupakan pegawai KPK. Si suami yang mengendarai mobil pribadi sudah merasakan keanehan sejak berangkat dari rumah. Ia merasa dikuntit oleh sepeda motor.

Motor yang membuntutinya bukan cuma satu, tapi dua. Benar saja, di tengah perjalanan, salah satu motor itu memepet mobil si suami karyawan KPK itu. Motor tersebut ditumpangi oleh dua orang. Namun pada insiden pertama itu, motor baru memepet mobil, belum sampai ada kejadian genting.

Suami pegawai KPK itu tetap melanjutkan perjalanan dengan waswas. Setibanya di KPK pukul 21.00 WIB, mobil dia parkirkan di ruas jalan samping kanan kantor KPK. Suasana saat itu cukup sepi. Bahu jalan yang biasa digunakan sebagai lahan parkir mobil pun telah mulai lengang. Penerangan temaram, hanya mengandalkan pedar lampu merkuri.

Setelah memarkir mobil, suami karyawan KPK itu tak langsung turun dari mobilnya. Dia merasa ada yang janggal, terlebih sejak dipepet motor di tengah jalan. Lagi-lagi betul, saat itu tiba-tiba satu dari dua motor yang menguntitnya sudah ada persis di belakang mobil dia yang baru saja diparkir.

Titik kritis bermula di sini. Salah satu penumpang motor turun dan berjalan ke depan mobilnya. Terlihat ia dan rekannya yang berada di motor sama-sama berbadan tegap.

Suami karyawan KPK itu pun turun dari mobil, ingin bertanya ada apa gerangan. Namun tak disangka, orang yang berjalan ke depan mobilnya mendadak mengeluarkan sepucuk pistol dari pinggang, menodongkannya ke arah dia.

Sang suami yang hanya hendak menjemput istrinya pun lari tunggang-langgang ke petugas jaga di pos satpam KPK. “Pak, tolong! Saya mau dibunuh,” kata dia dengan panik sambil gemetar.

Sambil menjelaskan kronologi teror ke petugas jaga, sang suami tak sedetik pun melepas telepon selular. Ia juga memberitahukan ancaman itu kepada sang istri yang masih berada di dalam Gedung KPK.

Alhasil, KPK genting. Suasa malam itu seketika tegang. Seluruh karyawan KPK merasa terancam, bertanya-tanya siapa gerangan orang yang membawa-bawa pistol di sekitar gedung tempat mereka bekerja.

KPK pun langsung menghubungi Presiden Jokowi, Polri, Tim 9, dan Komnas HAM terkait ancaman itu. Hingga kini, langkah konkret sang Presiden dinanti.

Keesokannya, Rabu malam (11/2), Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengungkapkan ancaman itu kepada publik, meski tak secara detail.

“Stadium ancaman sangat eskalatif karena menyangkut nyawa. Ancaman serius itu bukan hanya menimpa staf dan karyawan, tapi sudah melebar ke keluarga,” ujar Bambang.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*