Mawar Tetap Banjir Permintaan Meski Harga Naik Jelang Valentine

pengepul mawar kebanjiran permintaan jelang valentineSapujagat.com – Tiga hari jelang hari kasih sayang, para pengepul kesulitan memenuhi permintaan. “Berapapun barangnya dikirim semua. Permintaannya memang terus meningkat,” kata Yuliati, pemilik Yulia Florist di Jalan Brumbung, Gunungsari, Bumiaji, Batu, Rabu (11/2)

Ada berbagai macam mawar yang diminta konsumennya yakni mawar merah, salem, kuning, pink atau fanta, tisu, putih. Setiap 20 batang akan dibungkus dengan koran untuk menggurangi penguapan.

Karena Valentine kirimnya Rp 25 ribu tangkai, tapi kalau hari biasa 10 ribu tangkai,” kata Yulia yang enggan menyebutkan harga penjualan kepada para pelanggannya.

Florist Yulia sehari-hari membeli hasil panen dari para petani mawar di dusun Brumbung, Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu dan sekitarnya. Harga mawar bertangkai pendek dihargai Rp 2.500. Sementara yang bertangkai panjang dibeli dengan hargai Rp 3.000. Padahal hari biasa mawar bertangkai panjang Rp 1.000, sedang bertangkai pendek Rp 500.

Yuliati setiap hari mengirimkan mawar dari Batu ke Jakarta, Bali, Semarang dan Yogyakarta. Yulia selama ini menitipkan mawarnya dengan bus dari terminal Arjosari. Sementara untuk ke Jakarta menggunakan mobil Gapoktan yang sudah didesain khusus.

Mobil tersebut dilengkapi dengan pendingin yang membuat mawar bisa bertahan hingga satu minggu. Hanya saja saat dikirim ke Kalimantan tangkainya diberi kapas yang dibasahi air.

Supriyanto, ketua kelompok petani bunga mawar Maju 3 juga mengalami peningkatan permintaan. Sekali kirim biasanya hanya 1.200 batang. Namun mulai Rabu dikirim rata-rata 5.000 batang per hari, bahkan kemungkinan akan terus meningkat.

“Terus ada yang telepon memesan, tapi memang harganya sekarang harga Valentine. Kalau harga jualnya ke Bali bervariasi, ada yang sampai Rp 5 Ribu,” katanya.

Sementara itu, beberapa mawar tanpa tangkai juga tetap dijual tetapi dengan harga yang lebih murah. Biasanya digunakan untuk tabur bunga dengan harga Rp 7.500 per 35 kuncup.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*