Jokowi lirik Proton Didukung Politisi Golkar

politisi golkar dukung jokowi gandeng protonSapujagat.com – Dalam lawatannya ke Malaysia Jumat kemarin (6/2), Presiden Jokowi dikabarkan menyaksikan penandatangan nota kesepaham atau memorandum of understanding (MoU) antara perusahaan otomotif asal Malaysia yakni Proton Holdings Berhad dengan perusahaan otomotif domestik yakni PT Adiperkasa Citra Lestari. Disinyalir, penandatanganan kerjasama ini terkait rencana pemerintah yang akan kembali menggalakan program mobil nasional pasca mati surinya mobnas bermerek Timor dan Bimantara Cakra yang diproduksi di era 1995-an.

Politikus Partai Golkar Mukhamad Misbakhun mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggandeng Proton dalam mewujudkan mobil nasional. Menurutnya, langkah presiden perlu diapresiasi.

“Semangat presiden harus apresiasi, ini membuat mandiri untuk martabat bangsa Indonesia,” kata Misbakhun usai jalan sehat partai Golkar di Bunderan HI, Jakarta, Minggu (8/2).

Misbakhun berharap, proyek mobil nasional digarap tak main-main. Jangan sampai mobnas bernasib sama dengan mobil Timor.

“Masalah teknologi yang digunakan juga harus bagus dan marketing yang bagus dan inovasi,” ujarnya.

Dia tak melihat proyek mobil nasional akan menguntungkan mantan Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono sebagai bos PT Adiperkasa Citra Lestari (ACL). Perusahaan tersebut telah meneken kerja sama dengan Proton Holdings Berhad.

“Kami tak melihat ke arah situ karena mereka (Hendropriyono) sudah mempunyai pengalaman perusahaan yang lain membuat perakitan (senjata buat) tentara. Ini saya lihat semangat kemandirian,” ujarnya.

Namun,

Beragam keraguan muncul tatkala Presiden Joko Widodo akan kembali menggalakan program mobil nasional (mobnas) dalam waktu dekat. Salah satunya berasal dari pengamat kebijakan publik, Darmaningtyas menilai kembali digaungkannya program mobnas lebih ditujukan guna mengurangi dominasi perusahaan Jepang dalam penguasaan bisnis otomotif di Indonesia.

“Bisnis otomotif Indonesia itu semakin tertekan dengan kehadiran mobil murah. Lihat, produsen (Jepang) mana yang tidak memproduksi LCGC (Low Cost Green Car),” ujar Darmaningtyas kepada CNN Indonesia di Jakarta, Sabtu (7/2).

Darmaningtyas mengatakan sudah seharusnya pemerintah harus lebih cermat memilih investor yang akan menggarap proyek mobnas ini. “Memang akan lebih efisien jika program mobnas diadakan lagi dengan menggadeng produsen yang sudah berpengalaman ketimbang melanjutkan mobil dalam negeri yang kemarin di ujicobakan. Tapi pemerintah harus cermat melihat investor yang masuk, karena sudah hal yang lumrah bisnis semacam ini lebih dikarenakan kepentingan politik dan penguasa,” katanya.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*