Bagi Kalian Para Pecinta Ikan Tuna, Ini Adalah Berita Yang Mengharukan !

Bagi Kalian Para Pecinta Ikan Tuna, Ini Adalah Berita Yang Mengharukan !

Salah satu efek dari perubahan iklim adalah terjadinya peningkatan kadar merkuri pada ikan laut seperti tuna. Rata-rata suhu permukaan laut global telah meningkat selama 30 tahun terakhir. Kenaikan suhu permukaan laut pun telah mengubah cara hidup hewan laut. Ikan tropis bergerak ke utara ke perairan yang lebih dingin. Paus pun kehilangan sumber makanan. Air laut yang menghangat juga mengubah nafsu makan ikan dan metabolisme.

Para peneliti di dunia telah menyatakan perubahan iklim sudah benar-benar terjadi. Antartika mencair tiga kali lebih cepat dari yang seharusnya dan Iceland pun telah kehilangan semua esnya sehingga tanah pun mulai terlihat.

Sebuah studi pada tahun 2013 menemukan bahwa killifish, ikan kecil penjelajah yang cenderung tidak banyak makan, malah makan lebih banyak dalam air hangat. Itu berarti ikan kecil yang mengonsumsi lebih banyak methylmercury, senyawa organik beracun, dan menularkannya ke ikan predator yang lebih besar seperti tuna dan ikan todak yang memangsa mereka.

Paparan merkuri yang tinggi pada manusia dapat memengaruhi otak, jantung, ginjal, paru-paru, dan sistem kekebalan tubuh, menyebabkan kebutaan, tuli, gangguan fungsi kognitif, atrofi otot, kerusakan ginjal, dan kerusakan sistem pernapasan.

Merkuri adalah polutan pada air dan udara karena penggunaannya dalam produk manufaktur seperti lampu neon, baterai, dan cat lateks. Merkuri berubah menjadi methylmercury ketika berinteraksi dengan bakteri dalam air, dan juga berakhir di laut melalui peristiwa alam seperti letusan gunung berapi.

Para peneliti juga melihat data dari tiga studi yang mengamati tuna sirip kuning dari tahun 1971, 1998, dan 2008 yang manganalisis kadar merkuri dalam jaringan otot ikan. Mereka menemukan bahwa konsentrasi merkuri tidak berubah antara tahun 1971 dan 1998. Namun, ikan dari tahun 2008 memiliki konsentrasi merkuri yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kadar merkuri meningkat secara global dalam air laut, dan penelitian kami adalah yang pertama menunjukkan peningkatan akibat merkuri pada ikan perairan terbuka,” kata asisten peneliti di university‚Äôs School of Natural Resources and Environment, Paul Drevnick, seperti dilansir dari laman Medicaldaily, Selasa (3/2).

Paparan methylmercury pada manusia sangat berbahaya karena tidak cepat memecah dalam tubuh. Itulah sebabnya para ahli menyarankan untuk mengurangi makan ikan laut, terutama yang besar dan bagi wanita hamil atau menyusui untuk menghindari itu sama sekali.

Para peneliti juga melihat data dari tiga studi yang mengamati tuna sirip kuning dari tahun 1971, 1998, dan 2008 yang manganalisis kadar merkuri dalam jaringan otot ikan. Mereka menemukan bahwa konsentrasi merkuri tidak berubah antara tahun 1971 dan 1998. Namun, ikan dari tahun 2008 memiliki konsentrasi merkuri yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*