Hanya Kehilangan 7 Detik, Pria Kanada Ini Kehilangan Rp 345 Miliar

Hanya Kehilangan 7 Detik, Pria Kanada Ini Kehilangan Rp 345 Miliar

Diresmikan tahun 1994, Lotto Super 7 menghentikan penarikan undian terakhir pada 18 September 2009.

Seorang pria Kanada batal memenangkan jackpot senilai US$ 27 juta (Rp 345 miliar) karena tiket lotre yang dibelinya terlambat dicetak tujuh detik setelah pengumuman pemenang dibuat.

Dia membeli dua tiket lotre pada jam 8:59 malam waktu setempat pada 23 Mei 2008 – satu menit sebelum batas waktu pengumuman. Tiket pertama bertanggal penarikan 23 Mei. Tapi tiket kedua tercetak tujuh detik setelah jam 9 malam dan memiliki tanggal penarikan 30 Mei.

Tanpa diduga, tiket kedua Ifergan ternyata dinyatakan menang. Namun karena memiliki tanggal penarikan 30 Mei, bukan 23 Mei, lotre Ifergan dinyatakan tidak berlaku. Hadiah utama pun diserahkan kepada orang lain.

Mahkamah Agung Kanada menolak banding yang diajukan Joel Ifergan, pemenang jackpot malang tersebut. Hakim mengatakan pengadilan tidak akan menggelar kasus pria Quebec itu lagi.

Ifergan telah menghabiskan US$ 100.000 (Rp 1,3 miliar) untuk membiayai proses hukum yang memakan waktu tujuh tahun tersebut.

Ifergan mengklaim ia seharusnya diberi hadiah US$13,5 juta (Rp 172 miliar), setengah dari jackpot. Dia beralasan, kedua tiket lotre tersebut dibelinya sebelum jam 9 malam yang merupakan jam pengumuman pemenang.

Dia mengatakan keterlambatan cetak 7 detik bukan kesalahannya.

“Mesin yang dipakai mencetak adalah mesin tua,” kata Mehernosh Iranpur, pemilik toko di mana Ifergan membeli tiket lotrenya.

Namun berdasarkan keterangan pengadilan, Iranpur mengatakan pada Ifergan agar cepat-cepat membeli tiket sebelum jam 9 malam.

Kemudian dia bertanya lagi pada Ifergan apakah masih mau membeli tiket kedua namun akan tercetak setelah pengumuman, Ifergan dilaporkan setuju.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*