DKI Berhutang Rp 300 Juta ke PLN, Ahok Salahkan Anak Buah - Infotainment News Online Terkini

JagatNews

DKI Berhutang Rp 300 Juta ke PLN, Ahok Salahkan Anak Buah

on

ahok salahkan bawahan

Sapujagat.com – Dalam program Lenggang Jakarta, Pemprov DKI Jakarta berencana menampung pedagang kaki lima Namun batal terealisasi karena ada kesalahpahaman antar BPKD dan PLN.

Lenggang Jakarta ini merupakan program penertiban pedagang kaki lima (PKL) di kawasan IRTI Monas, Jakarta Pusat.

Ahok kesal karena panggung Lenggang Jakarta batal digelar

“Lenggang Jakarta nungguin PLN. Ada salah paham, masa PLN mau pasang gardu, sama BPKD minta sewa. Gendeng gak?” katanya di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Kamis (29/1).

Namun Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengaku bingung ketika Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyalahkannya serta PLN karena menghambat penyelenggaraan “Lenggang Jakarta”.

“Saya enggak tahu Gubernur dapat informasi BPKD menghambat pemasangan listrik itu dari mana,” kata Heru, saat dihubungi di Balai Kota, Kamis (29/1/2015). 

Kepala BPKD DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengatakan, pihaknya tidak pernah melarang PLN membangun gardu di Lapangan IRTI Monas. Tapi yang terjadi, pihak PLN-lah yang tidak ingin memasang gardu listrik karena ada tunggakan listrik yang belum dibayarkan pedagang kaki lima (PKL).

“Kenapa gardu enggak dipasang? Sila kan aja (salahkan). Soalnya PLN-nya enggak mau pasang di situ karena di situ masih ada tunggakan PLN Rp 300 juta,” jelasnya saat dihubungi merdeka.com, Jumat (30/1).

Dia menambahkan, pihak UPT Monas selaku pengelola Lapangan IRTI coba lepas tanggung jawab dan berdalih tidak mengetahui adanya pemasangan listrik yang dilakukan PKL. Sehingga Pemprov DKI Jakarta tidak ingin bertanggung jawab atas tunggakan tersebut.

“UPT Monas enggak tahu ada pemasangan listrik. Dinas UMKM DKI Jakarta enggak urusin listrik pedagang, karena tugasnya penempatan. PLN masang sendiri, di sana. Harusnya pedagang yang bayar. Pedagang pasti minta sendiri untuk pemasangan ke PLN,” ungkap mantan wali kota Jakarta Utara ini.

Mengenai komentar pedas yang disampaikan Ahok, Heru tidak mengambil hati atas itu. Sebab dia menilai, kekeliruan bukan berada pada mantan Bupati Belitung Timur tersebut, tetapi orang yang memberikan informasi keliru kepadanya.

“Gubernur 100 persen benar karena informasinya informasi ke Pak Gubernur gak benar. Jadi Pak Gubernur gak salah. Yang salah adalah orang yang ngasih informasi ke Pak Gubernur,” tutupnya sambil tertawa.

Recommended for you