Tindakan Bu Susi Buat 4 Negara Kekurangan Pasokan Ikan

Menteri Kelautan dan Perikanan baru Susi Pudjiastuti (kanan) berjabat tangan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan sebelumnya Sharif Cicip Sutardjo (kiri) dalam serah terima jabatan menteri kelautan dan perikanan di Kantor Kementerian KKP, Jakarta, Rabu (Sapujagat.com – Guna menekan penyelundupan ikan hasil tangkap dari laut Indonesia ke negara lain, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengeluarkan aturan moratorium atau penghentian sementara penerbitan izin kapal dan pelarangan transhipment, atau bongkar muat ikan di tengah laut.

“Secara internasional saya dapat kabar di Tiongkok, Vietnam, Thailand, bahkan di AS (Amerika Serikat) itu pasokan ikan kosong karena adanya tindakan ini,” ungkap Ketua Asosiasi Pengusaha Pengelolaan dan Pemasaran Produk Perikanan Indonesia Thomas Darmawan, kepada detikFinance, Rabu (28/01/2015).

Aturan yang dibuat Susi juga akan menarik investasi asing di sektor pengolahan perikanan. Pasalnya dengan adanya aturan moratorium dan transhipment, yang sudah berjalan selama 3 bulan efektif menekan pengiriman ikan secara ilegal ke berbagai negara.

Turunnya pasokan ikan di berbagai negara menguntungkan Indonesia sebagai produsen ikan laut Indonesia. Hal itu karena harga ikan laut dunia otomatis terdongkrak naik, seperti yang dialami ikan tuna.

“Sejak bulan November beberapa investor dari Tiongkok mulai melirik Indonesia. Beberapa pabrik juga akan bekerjasama. Orang Thailand juga banyak yang akan ke Pontianak dengan adanya moratorium ini,” paparnya.

“Jelas harga ikan akan meningkat. Dulu harga tuna turun hampir separuh dari US$ 2.200/ton tahun menjadi US$ 1.100/ton,” imbuhnya.

Sementara itu unit industri pengolahan ikan (UPI) di dalam negeri juga berkomitmen menambah kapasitas produksi pengolahan ikan. Thomas yang membawahi 40-50 pabrik UPI di dalam negeri akan menambah kapasitas produksi rata-rata 20-30% per pabrik. Hal itu terjadi karena UPI saat ini sangat mudah mendapatkan bahan baku seperti ikan dan udang.

“Ada masalah dulu kapasitas pengolahan udang turun karena bahan baku sulit. Ke depan harus ada juga olahan udang laut karena selama ini datanya nggak jelas. Tiongkok produksi 1,3 juta ton udang dimana 700 ribu ton dari udang laut. Kita produksi 600 ribu ton dari jumlah itu budidaya menyumbang 450 ribu ton nah ini lautnya kemana. Itu terdata di Tiongkok,” jelasnya.

Baca juga Himpunan Nelayan Curhat ke Anggota Komisi IV DPR Perihal Penangkapan Lobster Dibatasi Menteri Susi dan Menteri Susi Buka-bukaan di Rapat Banggar, Anggota DPR Ini Marah Besar

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*