IHSG dan Rupiah Menguat ke Rp 12.489

IHSG dan Rupiah Menguat ke Rp 12.489Sapujagat.com – Head of Research PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan tampaknya pelaku pasar mencoba kembali melakukan aksi beli meski tipis, seiring dengan turunnya harga-harga saham sebelumnya.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berada pada rentang support 5.240-5.255 dan resisten 5.283-5.292 pada perdagangan Rabu (28/1), dengan kecenderungan melanjutkan penguatan karena harga saham yang dinilai murah setelah penurunan tajam.

“Penguatan IHSG belum sepenuhnya. Namun jika didukung peningkatan volume beli, maka masih ada harapan bagi IHSG untuk kembali lanjutkan penguatan,” ujarnya seperti dikutip dari riset, Rabu (28/1).

Reza menilai meski sempat diwarnai aksi profit taking, tetapi laju IHSG mampu berakhir di zona hijau. Mulai adanya aksi beli yang didukung investor asing membuat laju IHSG dapat berbalik positif.

Menurutnya hal itu tidak jauh berbeda dengan ulasan sebelumnya. Meski sentimen global tidak terlalu negatif dan telah tertutupnya utang gap 5267-5281, masih ada hasrat untuk profit taking dan response berlebihan atas sentimen membuat laju IHSG masih sulit untuk bangkit.

“Laju IHSG pun akhirnya mampu melampaui kekhawatiran akan terjadinya pelemahan di akhir sesi,” jelas Reza tentang perdagangan sebelumnya.

Sementara itu, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi berada dalam rentang 12.505-12.489 untuk kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Selasa (27/1), dengan kecenderungan menguat karena negosiasi utang Yunani dan penguatan yen serta yuan.

Head of Research PT Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada mengatakan laju rupiah sebelumnya mampu mengalami kenaikan seiring mulai meredanya tekanan euro pasca pemilihan umum di Yunani.

“Pemimpin partai oposisi (pemenang pemilu Yunani) mengatakan akan melakukan negosiasi penyelesaian utang Yunani dengan para kreditur tanpa membuat Yunani keluar dari Eurozone,” ujarnya seperti dikutip dari riset, Rabu (28/1).

Di sisi lain, Reza menilai apresiasi rupiah juga turut ditopang kenaikan yen dan yuan. Yen menguat setelah Menteri Ekonomi Jepang mengatakan tidak ada waktu untuk membuat perencanaan guna menggapai target inflasi 2 persen.

“Sementara yuan menguat setelah People’s Bank of China menguatkan reference rate pasca pelemahan yuan,” jelasnya.

Menurut Reza, rupiah berada di atas target level resisten 12.510. Meski mengalami kenaikan, namun investor tetap berhati-hati terhadap setiap potensi perubahan.

Pertimbangan saham :
SMGR 14275-14650
AALI 23475-24350
AKRA 4465-4675
PTBA 11000-11550
BSDE 2020-2140
PWON 480-505

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*