100 Hari Berita Soal Jokowi Dominan Negatif, JK Tegaskan Belum Waktunya Lakukan Reshuffle

100 Hari Berita Soal Jokowi Dominan NegatifSapujagat.com – Semenjak dirinya resmi dilantik pada 20 Oktober 2014 silam, kini Genap sudah 100 hari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla memimpin Indonesia. Dimulai dari Gubernur, Jokowi dianggap bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik, mengingat saat masa kampanye publik disuguhkan pemberitaan yang baik terkait visi dan misinya sebagai calon presiden. Gaya blusukannya ke kampung – kampung begitu gencar disorot media.

Peneliti Plan C Institute, Agus Yahya menilai saat seratus hari kepemimpinan Jokowi, media mulai mengalami perubahan dalam memberitakan Jokowi. Hal itu dilatarbelakangi beberapa kebijakan yang diambil Jokowi di pemerintahan baru.

“Dari analisis yang kami lakukan di 6 media sosial, trend pemberitaan media tentang Jokowi menghasilkan grafik. Dari grafik di atas, dalam 100 hari kerja, trend pemberitaan media tentang Jokowi 22,2 % positif, 5,6 % netral dan 72.2 % negatif,” kata Agus dalam siaran persnya, Jakarta, Selasa(27/1).

Maka dari hasil itu, lanjut dia, dapat disimpulkan sampai sejauh ini trend kabinet kerja di pemerintahan Jokowi-JK mengalami perubahan. Berbeda dengan pemberitaan Jokowi waktu pemilu lalu.

“Sehingga bisa disimpulkan 100 hari kerja pemerintahan kabinet kerja trend media cenderung memberitakan negatif tentang Jokowi,” lanjutnya.

Kendati demikian, sejauh ini belum ada niat pemerintah untuk melakukan reshuffle kepada para menteri kabinet kerja. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, evaluasi kinerja para menteri terus dilakukan oleh Presiden dan Wakil Presiden. Evaluasi ini, kata dia, tidak terikat kurun waktu 100 hari awal pemerintahan.

“Tidak 100 hari, kapan pun dia selalu dievaluasi,” kata JK di kantornya, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (27/1).

Sejauh ini, lanjut JK, belum ada rencana reshuffle kabinet, berdasarkan evaluasi para menteri yang dilakukan oleh Presiden dan Wakil Presiden. Dia pun menilai, belum waktunya melakukan pergantian menteri karena baru menjalani 100 hari kerja.

“Belum. Masak 100 hari langsung reshuffle?” tutur JK.

Baca juga Jokowi Disebut The New York Times “Mulai Kehilangan Kilaunya”

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*