Pengakuan Pemuda Korea Bahwa Banyak Orang Mengimpikan Kerja di Samsung

Banyak Orang Mengimpikan Kerja di Samsung

Sapujagat.com -D i negara lain, Samsung mungkin populer sebagai produsen ponsel atau televisi. Tapi di Korea Selatan, nama Samsung boleh dibilang ada di mana-mana.

Ya bukan hanya sekadar produsen benda elektronik, Samsung di Korsel juga berbisnis asuransi, hotel, properti sampai taman hiburan. Bekerja di sana menjanjikan kesejahteraan tinggi sehingga wajar saja jika jadi perusahaan idaman.

Di Korsel, masuk universitas elit dan bekerja di perusahaan mapan seperti Samsung adalah segalanya. Para pemuda lulusan universitas, khususnya pria, belajar begitu keras untuk mencapai semua itu karena persaingannya benar-benar ketat. Bayangkan saja, setiap enam bulan, ada sekitar 100 ribu pemuda Korsel mencoba tes masuk Samsung. Dari jumlah itu, hanya 7.000 yang lolos dan disaring lagi jadi 4.000. Jumlah itulah yang diterima bekerja di Samsung.

Di Negeri Ginseng ini, memang mau masuk ke lembaga apapun harus melalui proses ujian yang sulit, bahkan kabarnya masuk TK sekalipun. Jika gagal tes, orang bisa juga dianggap gagal dalam hidupnya.

Malah, banyak kasus bunuh diri terjadi di kalangan anak muda karena malu di hadapan keluarga, hanya karena mereka tak lulus ujian.

Bekerja di organisasi sebesar Samsung adalah kebanggaan di sana. Keluarga akan menyanjung dan masyarakat akan kagum. Kesejahteraan dipastikan terjamin karena perusahaan Korsel biasanya menganggap karyawan sebagai bagian dari keluarga.

“Sebuah pekerjaan di Samsung artinya Anda diterima dan diakui oleh masyarakat. Para lulusan universitas menganggap itu adalah jalan terbaik,” kata Lee Chang ju, seorang fresh graduate yang sedang mencoba peruntungan masuk Samsung.

Dalam sebuah bangunan di wilayah elit Gangnam, profesor Lee Sihan meminta 28 anak muda yang ia bimbing belajar keras. Mereka akan menghadapi ujian menentukan, yang bisa membawa mereka menembus Samsung.

Tiap hari, mereka belajar sampai empat jam. Lee mengklaim punya IQ sangat tinggi dan coba membantu mereka lolos berbagai ujian masuk Samsung. Para pemuda itu bayar tak sedikit untuk ikut bimbingan belajar yang diselenggarakan Lee.

“Jadwal sangat padat. Strategi saya adalah membimbing mereka agar lolos dalam waktu yang sangat singkat ini,” kata dia seperti dikutip detikINET dari USA Today, Selasa (27/1/2015).

Ya, tidak seperti di perusahaan barat, hubungan antara perusahaan dengan karyawan di perusahaan Korsel lebih erat. Banyak orang yang loyal hanya bekerja di satu perusahaan sampai pensiun.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*