Sandera Dari Warga Jepang Di Duga Telah dieksekusi Karena Tak Ada Kabarnya Setelah Batas Waktu Negoisasinya Habis

Sandera Dari Warga Jepang Di Duga Telah dieksekusi Karena Tak Ada Kabarnya Setelah Batas Waktu Negoisasinya Habis

Pada Selasa (20/1/2015) lalu, ISIS merilis video yang mengumumkan mereka menawan Kenji Goto dan Haruna Yukawa. ISIS meminta Jepang membayar uang tebusan sebesar USD200 juta atau sekitar Rp2,7 triliun. Uang tebusan itu harus dibayar dalam waktu 72 jam.

Beberapa jam sebelum tenggat waktu yang ditentukan, pihak ISIS mengatakan mereka akan memberikan pernyataan mengenai nasib sandera itu. Namun pernyataan itu tidak pernah muncul. Demikian diberitakan NHK, Sabtu (24/1/2015).

Nasib dari dua sandera asal Jepang yang ditahan oleh Islamic State (ISIS) masih tidak menentu. Padahal tenggat waktu yang ditentukan oleh ISIS sudah terlewati.

Berdasarkan waktu, Pemerintah Jepang memperkirakan batas waktu itu sudah dilewati pada Jumat (23/1/2015) pukul 2.50 sore waktu Jepang.  Pihak Jepang pun masih terus berupaya melakukan pembebasan atas warganya.

Ketika ditanya oleh NHK, apakah Pemerintah Jepang melakukan negosiasi dengan ISIS, pihak militan tersebut tidak bersedia memberikan komentar.

ISIS melakukan penyanderaan kepada dua warga Jepang itu, sebagai bentuk perlawanan terhadap Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Hal tersebut merupakan tanggapan atas janji Abe untuk mengucurkan dana dengan jumlah yang sama untuk berperang melawan ISIS.

Abe sendiri menegaskan pihaknya tidak akan takut dengan teroris. Dia pun berjanji sekuat tenaga untuk membebaskan dua warganya itu.

Loading…

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*