Raja Abdullah Telah Beristirahat, Israel Sedih Kehilangan Sekutu Dekat

Raja Abdullah Telah Beristirahat, Israel Sedih Kehilangan Sekutu DekatSapujagat.com – Pekan ini Timut Tengah berkabung atas meninggalnya Raja Abdullah diumur 90 tahun akibat penyakit paru-paru. Bukan hanya negara teluk seperti Uni Emirat Arab, atau Yaman yang ikut bersedih, namun Israel termasuk yang galau dengan pergantian kekuasaan mendadak di Arab Saudi.

Sumber International Business Times, Sabtu (24/1) mengatakan pemerintahan Israel kini berusaha menjalin komunikasi dengan Pangeran Salman, penguasa baru Negeri Petro Dollar itu.

Israel berkepentingan memastikan penguasa baru Saudi tidak mengubah Kesepakatan pada 2002 yang dibuat Liga Arab. Dalam perjanjian tersebut, anggota Liga Arab mau berdamai dengan Israel asal tentara Zionis menarik diri dari wilayah Palestina. Bukan hanya berdamai namun kesepakatan itu termasuk soal perdagangan dan keamanan.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam kesempatan terpisah juga mengakui krusialnya perjanjian Liga Arab. “Inisiatif tersebut merupakan jalan satu-satunya Israel dalam bernegosiasi dengan dunia Arab,” tuturnya.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama pun memahami kegalauan Israel. Sehingga saat mengucapkan bela sungkawa kemarin, poin yang dia tekankan adalah pentingnya pemimpin baru Saudi untuk mempertahankan hasil kesepakatan 2002.

“Inisiatif Liga Arab adalah kebijakan penting dari mendiang Raja Abdullah. Langkah beliau penting menjaga stabilitas di Timur Tengah,” kata Obama.

Kini pengganti Raja Abdullah adalah Pangeran Salman, Pangeran menegaskan tidak akan mengeluarkan kebijakan yang berbeda drastis dari kakak tirinya.

Dengan demikian, pria 78 tahun itu pun akan tetap menjaga hubungan ambigu dengan Israel. “Kami akan terus mengikuti kebijakan yang telah Arab Saudi ikuti sejak berdirinya,” dalam pidato yang disiarkan televisi negara.

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*