Usai di Bebaskan, BW Lebih Memilih Temui Rekan-Rekan di Gedung KPK Daripada Pulang Kerumah

Usai di Bebaskan, WB Lebih Memilih Temui Rekan-Rekan di Gedung KPK Daripada Pulang Kerumah

Sapujagat.com – Puluhan orang bernyanyi dan seorang di antaranya memainkan gitar begitu mendengar penangguhan penahanan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dikabulkan Polri. Guratan ceria tampak di wajah mereka.

“Pak BW sudah bebas, bisa pulang,” ujar salah seorang dalam kerumunan massa di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu dini hari (24/1).

Dengan mengenakan jaket berwarna hitam dan wajah sedikit lelah, Bambang hadir di hadapan puluhan massa yang sudah menanti kepulangan Bambang ke KPK sejak kemarin.

Di hadapan massa, Bambang mengucapkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat yang setia menanti dan mendukung KPK dalam menjalani apa yang dialami saat ini.

“Saya berterima kasih kepada teman-teman yang telah berupaya memberikan doa dan dukungan kepada kami,” kata Bambang, Sabtu 24 Januari 2015.

Dalam perjumpaan usai diperiksa selama lebih dari 10 jam. Bambang mengajak pendukung dan masyarakat merapatkan barisan karena Bambang menilai tantangan KPK ke depan akan lebih berat lagi.

“Ancaman itu masih ada, bangun soliditas. Kita tidak mau penegakan hukum ujungnya tidak sungguh-sungguh membangun kemaslahatan masyarakat,” papar Bambang.

Bambang mengaku mempermasalahkan berbagai hal yang bertentangan dengan hukum yang kini disangkakan padanya.

Sebelumnya, perseteruan KPK dan Polri memanas. Jumat pagi (23/1), Bambang Widjojanto ditangkap penyidik Badan Reserse Kriminal Polri dan ditetapkan sebagai tersanga karena diduga menyuruh orang melakukan atau memberikan keterangan palsu di depan sidang Mahkamah Konstitusi.

Jumat malam (23/1), Bareskrim Polri bahkan resmi menahan Bambang. Bareskrim sempat menahan Bambang selama tujuh jam usai pemeriksaan. Namun Sabtu dini hari pukul 01.30 WIB, Bambang akhirnya dibebaskan.

Banyak pihak mengaitkan penangkapan Bambang dengan penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka korupsi rekening gendut oleh KPK pada Selasa pekan lalu (13/1).

Bambang ditetapkan Kabareskrim Polri sebagai tersangka dalam kasus pemberian keterangan palsu di persidangan sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, tahun 2010, saat menjadi pengacara salah satu pasangan calon dalam sengketa itu. Ia terancam hukuman tujuh tahun penjara.

Baca juga Bambang Widjojanto Punya Firasat Dirinya Akan Memiliki Masalah Hukum, Samad Nangis

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*