Penyakit Tinea Versicolor

Penyakit Tinea Versicolor

 

Penyakit Tinea Versicolor,  pityriasis versicolor atau tinea versicolor adalah kelainan kulit yang umum, jinak, infeksi jamur superfisial yang biasanya ditandai dengan  makula hipopigmentasi atau hiperpigmentasi di dada dan punggung. Pada pasien dengan predisposisi tinea versicolor bisa terkena penyakit ini berkali-kali. Infeksinya hanya di daerah stratum korneum.

Tinea versicolor disebabkan oleh adanya infeksi dari organisme dimorphic, lipoflik, dengan genus Malassezia, formalnya dikenal dengan nama Pityrosporum. Delapan spesies dikategorikan dalam klasifikasi ini, yang dimana Mlassezia globosa dan Malassezia furfur adalah spesies yang utama ditemukan pada tinea versicolor. Malassezia sangat sulit dikultur dalam laboratorium dan hanya dapat dikultur di media yang kaya asam lemak C12-C14. Malassezia normalnya dapat ditemukan di semua kulit binatang, termasuk manusia. Jamur ini dapat diisolasi pada bayi 18% dan pada orang dewasa 90-100%.

Organisme ini dapat ditemukan disemua kulit yang sehat sampai dengan penyakit kulit. Pada pasien dengan penyakit kulit, organisme ini ditemukan dengan dalam bentuk yeast dan filamen. Faktor yang menyebabkan perubahan dari dulunya saprofita menjadi parasitik, karena adanya genetis, temperatur hangat, lembap, immunosuppresion, malnutrisi, dan penyakit cushing. Peptida manusia LL-37 berperan dalam mempertahankan kulit dari infeksi jamur ini.

Meskipun malassezia termasuk dalam flora normal kulit tetapi bisa ada kemungkinan menjadi patogen. Organisme ini juga dapat menjadi faktor pendukung penyakitkulit lain seperti pityrosporum folliculitis, konfluens dan reticulate papilomatosis, seborrheic dermatitis, dan beberapa bentuk dermatitis atopik.

Gejala

Ada 4 bentuk yang dapat muncul akibat dari tinea versicolor:

Tinea versicolor – bentuk 1

  • Tampilan umum dari bentuk ini adalah multiple, sirkumskrip, bersisik, oval sampai lingkaran makula yang tersebar di dada, terkadang juga sampai abdomen bagian bawah, leher, dan ekstremitas proximal.
  • Makula tidak menyatu, membentuk bercak dengan perubahan warna pigmen yang tidak beraturan. Nama versicolor menyatakan warnanya yang bermacam-macam.  Makulanya bisa jadi lebih gelap atau lebih terang dari daerah disekitarnya.
  • Kerokan tipis pada makula dengan pisau scapel akan didapat keratin akan didapat keratin yang berlebihan jumlahnya terangkat.

Tinea versicolor – bentuk 2

  • Bentuk lain dari tinea versicolor adalah dengan distribusi yang sama sekali berbeda, pada daerah lipatan, wajah, dan ekstremitas. Bentuk tinea versicolor ini lebih sering terlihat pada orang dengan immunocompromised.
  • Bentuk ini sulit dibedakan dengan infeksi lain seperti candidiasis, seborrheic dermatitis, psoriasis, erythrasma, dan infeksi dermatofita

 Tinea versicolor – bentuk 3

  • Bentuk ketiga ini melibatkan folikel rambut. Biasanya terdapat di punggung, dada, atau kaki.
  • Bentuk ini sulit dibedakan dengan infeksi bakteri  folikulitis
  • Bentuk ini lebih sering terlihat pada orang dengan diabetes, kelembapan tinggi, terapi steroid atau antibiotika, dan terapi immunosuppresant

 Tinea versicolor – bentuk 4

  • Bentuk klinis ini adalah papul multiple, 2-3 mm, monomorfik, berwarna merah sampai coklat. Pada lesi juga ada kemungkinan terdapat skuama putih.
  • Lesi biasanya ditemukan di torso dan asimtomatik
  • Secara histologis, ruam nya tidak hanya menunjukkan hifa dan spora pada stratum korneum, tetapi juga ada ciri yang mirip dengan dermatitis pada bagian dermis superfisialnya

Faktor

Faktor yang membuat orang cenderung terkena tinea versicolor adalah:

è Hamil

è Malnutrisi

è Luka bakar

è Terapi steroid

è Supressed imune system

è Kontrasepsi

è Suhu panas

è kelembapan

Diagnosis

Tinea versicolor mempunyai penampakan klinis yang khas sehingga diagnosis biasanya dapat di tegakan tanpa melakukan pemeriksaan laboratorium

Cahaya wood

dapat digunakan untuk melihat warna tinea versicolor yang berwarna tembaga-oranye. Namun dalam beberapa kasus lesi tampak lebih gelap dari pada sekitarnya meskipun tidak berpendar

Diagnosis dapat diperkuat dengan pemeriksaan kalium hidroksida (KOH)

yang ditemukan adalah spora dengan mycelium pendek seperti spageti dan bakso sebagai tanda adanya tinea versicolor. Untuk visualisasi yang lebih baik dapat digunakan pewarnaan blue stain, parker ink, methylene blue stain, atau swartz-medrik stain pada preparat KOH. Pewarnaan kontras dengan 1% chicago sky blue 6B dan 8%KOH akan didapat sensitivitas dan spesivisitas terbaik.

Beberapa media membutuhkan adanya kultur, meskipun kultur sulit untuk didapatkan.

Tata laksana

Pasien harus diberi tahu bahwa tinea versicolor disebabkan oleh jamur yang normal ada di kulit manusia dan tidak termasuk penyakit menular. Kulit yang terkena tidak akan menimbulkan bekas atau  perubahan pigmen yang permanen dan perubahan warna kulit akan kembali keawal setelah 1-2 bulan setelah pengobatan.

Tinea versicolor dapat diobati dengan berbagai macam obat. Obat topikal yang efektif adalah selenium sulfide, sodium sulfacetamide, ciclopiroxolamine, azole, dan alollamine antifungal. Terapi oral juga efektif untuk mengobati tinea versicolor dan biasanya dipilih pasien karena mudah dan tidak merepotkan. Obat oral tersebut adalah ketoconazole, fluconazole, dan itraconazole. Obat oral  tidak menyembuhkan tinea versicolor dengan terlalu baik dan harus diulang beberapa kali dalam setahun. Karena tinea versicolor jinak dan obat oral mempunyai efek samping, tentunya pilihan untuk memakai obat oral harus dibuat setelah menjelaskan dan memahami efek sampingnya.

Penyembuhan tinea versicolor  juga bisa digunakan asam 5-aminolevulinic pada terapi photodynamic.

Demikian ulasan mengenai Penyakit Tinea Versicolor, semoga bisa membantu untuk anda yang mengalami gejala Tinea Versicolor. Baca juga Hal Membuat Anda Kelihatan Tua

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*