Review Samsung Galaxy Alpha SM-g850f, SI

review samsung galaxy alpha SM-g850f, siReview samsung galaxy alpha SM-g850f, si, Galaxy Alpha merupakan flagship terkini Samsung yang memiliki desain revolusioner. Bodinya dibalut dengan frame metal serta memiliki lekuk ‘tubuh’ yang aduhai. Dengan ketebalan bodi hanya sekitar 0,67cm, Galaxy Alpha digadang-gadang menjadi smartphone tertipis besutan Samsung saat ini.

Selain memiliki desain yang istimewa, Samsung Galaxy Alpha juga didukung sejumlah fitur mutakhir yang ada di kelas premium.

Berikut ulasan review samsung galaxy alpha SM-g850f, si

Desain

Galaxy Alpha menerapkan konsep desain yang cukup revolusioner. Tebalnya hanya sekitar 0,67 cm, dan menjadikannya sebagai ponsel paling tipis besutan Samsung saat ini. Menariknya, Galaxy Alpha menggunakan rangka metal serta backcover ber-chrome silver yang membuatnya terlihat elegan dan premium. Sayangnya, bahan cover belakang ponsel ini tidak terbuat dari metal, melainkan plastik tipis.

Jika dikomparasi, struktur desain Galaxy Alpha bisa dibilang ‘mirip’ dengan iPhone generasi ke-empat. Flat, dengan sisi bodi yang terkesan kotak. Uniknya, sudut bodi ponsel ini memiliki aksen agak membulat, pas untuk pegangan tangan dan membuatnya tak mudah lepas. Strukturnya terinspirasi oleh desain Samsung Galaxy S5 Active.

Tak seperti flagship lain, Galaxy Alpha menerapkan konsep konvensional bukan unibody. Artinya, Anda bisa melepas backcover untuk mencabut baterai, serta untuk menyisipkan Nano-SIM card.

Di ruas atas, Galaxy Alpha meletakan port audio 3.5mm. Sementara pada sisi kanan terdapat tombol power. Sedangkan di bagian kiri tersemat tombol pengatur volume. Di bawah layar terdapat tombol home yang diapit tombol multi tasking di kiri dan back di kanan. Sensor proximity dan ambient light juga dapat Anda temui di atas layar.

Display

Nampaknya Samsung tetap mempertahankan ciri khas layar untuk kelas flagship, dengan menanamkan LCD Super AMOLED. Sayangnya, resolusi layar yang dibenamkan hanya sebatas HD 720p. Padahal, beberapa kompetitor sejenis banyak yang menggunakan layar full HD 1080p bahkan QHD (2560 x 1440 piksel).

Meski begitu, Anda masih bisa terpuaskan dengan jenis layar ramah baterai milik Galaxy Alpha ini. Tampilannya tetap tajam, jernih dan sangat fokus baik dari segi fontasi maupun ikon atau gambar berukuran kecil. Kontras dan saturasi warnanya pun sangat baik. Bahkan, Anda masih bisa menikmati kejernihan layar ponsel ini meski berada langsung di bawah sinar matahari.

Seperti kebanyakan flagship Samsung, Galaxy Alpha juga dibekali dengan fitur Smart Stay yang memungkinkan layar tetap aktif saat sensor kamera mendeteksi mata Anda yang tetap menatap layar. Sebaliknya, layar akan secara otomatis ‘mati’/lockscreen jika mata Anda berhenti menatap layar. Anda juga bisa memanfaatkan fitur ini untuk menghemat baterai loh.

Anda yang suka teledor meletakan ponsel, tak perlu khawatir layar Galaxy Alpha akan tergores oleh benda lain semisal kunci atau koin. Pasalnya, layar ponsel ini telah dilapisi teknologi anti gores Corning Gorilla Glass 4. Poin plusnya, Anda tetap bisa mengakses layar Galaxy Alpha meski menggunakan sarung tangan (gloves). Fitur ini sama seperti di flagship Sony Xperia terbaru.

Hardware

Seperti halnya Galaxy Note 4, flagship terbaru Samsung ini juga didukung prosesor Octa-core dengan chipset Exynos 5430, yang terdiri dari Quad-core 1.3 GHz Cortex-A53 dan Quad-core 1.9 GHz Cortex-A57. Untuk menunjang kinerjanya digunakan RAM sebesar 2GB yang dipadu dengan pemrosesan grafis GPU Mali T628 MP6. Meski secara spesifikasi masih kalah tangguh dibanding Galaxy Note 4, namun jika ditandingkan dengan smartphone sejenis, performa Galaxy Alpha tergolong cukup bertenaga.

Sayangnya, Galaxy Alpha tak didukung dengan slot memori ekspansi. Jadi, Anda hanya disuguhi storage internal sebesar 32GB saja. Untuk yang hobi menyimpan file video, foto dan dokumen dengan kapasitas besar tentunya akan sangat kecewa.

Kekurangan di Galaxy Alpha ada pada sumber power. Pasalnya, dengan sokongan hardware kelas wahid, ponsel ini hanya dibekali baterai lithium berkapasitas 1860 mAh. Meski didukung fitur ‘Ultra Power Saving Mode’, tetap saja performa baterai ponsel ini tidak maksimal. Berdasarkan hasil uji PULSA saat menjalankan beberapa aplikasi, membuka fitur, melakukan browsing secara bersamaan dan terus menerus, baterai Galaxy Alpha hanya bisa bertahan sekitar 10 jam. Itu pun belum lagi dipengaruhi oleh kondisi jaringan seluler yang Anda gunakan. Jika kondisinya buruk, makin boros lagi baterai ponsel ini. Dalam sehari, Anda bisa dua sampai tiga kali mengisi ulang baterai (charging).

 

Benchmark

Sewajarnya smartphone flagship, spesifikasi hardware yang dimiliki Galaxy Alpha dapat dimanfaatkan untuk menjalankan beragam fitur, aplikasi, game serta memutar video berkualitas HD dengan baik dan lancar.

Hal ini juga terlihat dari hasil benchmark menggunakan beberapa aplikasi penguji jeroan paling favorit. Ketika PULSA mengujinya menggunakan aplikasi benchmark AnTuTu, Samsung Galaxy Alpha SM-G850F mencatatkan skor maksimal 50179 dengan posisi di atas Meizu MX4, Galaxy Note 4 dan OnePlus One. Sementara dengan Quadrant Standard, ponsel ini membukukan nilai 24919 setingkat di atas HTC One X dan Asus Transformer Prime TF201.

Untuk grafis, PULSA menggunakan aplikasi NenaMark2 dengan skor 60.0fps. Sementara dengan memakai aplikasi 3D Mark, hasil yang dicapai adalah 9639 dengan graphics score bernilai 10748, dan menempatkan Galaxy Alpha jauh di bawah Xperia Z3 Compact.

Interface dan OS

Seperti halnya Galaxy Note 4, Samsung Galaxy Alpha juga menggunakan platform Android 4.4.4 KitKat, yang dikombinasikan dengan TouchWiz UI terkini milik Samsung. Antarmuka ponsel ini dihiasi ikon-ikon khas Samsung, plus struktur menu Android yang dapat dipersonalisasikan sesuai keinginan pengguna. Lockscreen pada ponsel ini memberikan opsi untuk membuka kamera atau dial pad (emergency) secara langsung. Terdapat juga informasi seperti waktu dan tanggal.

Anda bisa mengamankan ponsel dengan fingerprint atau sidik jari. Homescreen bagian bawah dijejali dengan empat shortcut ditambah sebuah shortcut ke app drawer di sisi paling kanan. Anda bisa menambahkan aplikasi atau widget di panel homescreen ini sesuai kebutuhan. Sementara add drawer-nya memiliki banyak jendela yang bisa diatur ulang, menampilkan jajaran aplikasi tapi bisa juga memuat folder untuk menampung koleksi aplikasi sesuai kebutuhan.

Bar notifikasi bisa ditarik dari atas ke bawah. Beragam pilihan akses cepat muncul di bagian paling atas. Di bawahnya ada brightness control, S finder dan Quick connect.

Untuk menampilkan multi windows dengan posisi dua aplikasi berdampingan, Anda bisa menahan tombol Back beberapa saat untuk memunculkan koleksi aplikasi. Hanya saja, tak semua aplikasi bisa menggunakan multi windows. Anda juga bisa membuka multi windows dengan cara menarik ‘ikon panah’ yang ada di sisi kiri layar.

Antarmuka Galaxy Alpha juga menyediakan fitur unik lain yakni ‘Air View’. Dengan fitur ini, Anda bisa menampilkan preview informasi, memperbesar teks dan gambar hanya dengan mengarahkan jari di atas layar.

Galaxy Alpha juga didukung teknologi motion & gesture control yang dapat dimanfaatkan untuk beragam fungsi. Misalnya saja ‘Direct Call’, Anda bisa melakukan/menjawab panggilan telpon hanya dengan mendekatkan ponsel ke telinga (tanpa menekan tombol call). Anda juga bisa mematikan nada dering/mute hanya dengan membalikan ponsel atau menutupi layar. Uniknya lagi, saat menonton video, Anda bisa memanfaatkan fitur smart pause hanya dengan memalingkan wajah. Fitur ini memanfaatkan sensor khusus dan juga kamera depan.

 

Kamera dan Video

12 MP, 4608 x 2592 pixels, autofocus, LED flash; Dual camera, geo-tagging, touch focus, Selective focus, face/smile detection, panorama, HDR, picture stabilization, Burst shots, Voice control, White balance, Effect ; Video 2160p@30fps, 1080p@60fps, 720p@120fps, Video stabiization, ; Kamera depan: 2.1 MP

Galaxy Alpha hadir dengan kamera utama berkekuatan 12MPyang didukung beragam fitur serta fungsi terkini. Secara default, aspec ratio kamera ponsel ini adalah 16:9 yang berati mampu menjepret gambar widescreen.

Antarmuka kamera Galaxy Alpha, terbilang mirip dengan flagship paling baru Samsung. Cukup mudah diakses dan didukung informasi fitur yang mudah dipahami. Saat mode default, sisi kanan bidang bidik terdapat ikon video, shutter/Still foto, mode camera dan preview foto. Sementara sisi kiri berjajar ikon bar pengaturan kamera.

Untuk mode camera, Anda bisa memilih opsi Beauty face, Shot & More, Panorama, Virtual tour, Dual camera dan sebagainya serta didukung beragam pilihan efek menarik. Nah, khusus fitur Dual camera, Anda bisa menjepret foto menggunakan kamera belakang dan depan secara bersamaan loh. Anda juga bisa memanfaatkan fitur voice control untuk menjepret foto. Cukup dengan mengucapkan Smile, Cheese, Capture atau Shot. Begitu pula untuk merekam video, tinggal ucapkan ‘Recording video;, kamera pun akan secara otomatis merekam.

Soal kualitas foto, tentunya tak perlu diragukan. Hasil foto kamera Glaxy Alpha cukup tajam, dengan detail gambar dan warna yang baik. Kamera ponsel ini juga didukung fitur image stabilization yang dapat dimanfaatkan untuk menjaga kualitas kamera tetap prima, meski dalam kondisi bergoyang.

Untuk kebutuhan selfie, Galaxy Alpha menyertakan kamera depan berkekuatan 2.1 MP yang juga dilengkapi pilihan efek serta mode kamera yang menarik untuk foto selfie.

Sedangkan untuk mengabadikan gambar bergerak, Anda dapat merekam video dengan resolusi UHD 2160p dengan framerate 30fps. Anda juga dapat memotret foto saat sedang melakukan pengambilan video.

Multimedia

Untuk pecinta hiburan, Galaxy Alpha menyertakan player defaul yang didukung beragam teknologi terkini, dan pastinya membuat Anda lebih nyaman. Musik misalnya, player bawaan ponsel ini dibekali dengan Sound Alive, sebuah fitur musik dengan opsi equalizer yang bisa disesuaikan dengan lingkungan serta genre lagu yang diputar. Lagu yang ada kemudian dapat dikategorikan menurut judul, artis, album, playlist dan juga folder. Tertanam juga Smart Volume secara otomatis mengatur volume lagu ke tingkat yang sama. Sayang, Samsung tidak membekali Galaxy Alpha dengan fitur radio FM.

Beralih pada pemutar video, Anda dapat menonton video dalam beragam format populer dengan resolusi maksimal full HD 1080p. Anda juga dapat memilih file subtitle saat ingin menonton film asing dengan mudah. Fitur pop up play dan live video thumbnails juga dapat Anda nikmati disini. Anda juga dapat melihat preview dari frame video dengan meletakkan jari diatas timescroll yang sedang berjalan.

Internet dan Konektivitas

Layaknya smartphone flagship, Galaxy Alpha juga hadir dengan sederet sarana koneksi paling mutakhir. Mulai dari dukungan 4G LTE FDD dengan kemampuan akses data hingga 50Mbps, serta MIMO (2×2) antena untuk Dual-channel koneksi. Artinya, Galaxy Alpha bisa memanfaatkan spektrum WiFi 80MHz maupun 40MHz dengan lancar.

Menariknya, Galaxy Alpha dibekali fitur Download Boaster untuk keperluan unduh aplikasi secara cepat dan simultan, karena bisa menggunakan dua metode koneksi sekaligus, yakni WiFi dan juga LTE.

Ponsel ini juga menyertakan Bluetooth, NFC, Wi-Fi Direct serta port micro USB yang mendukung fungsi USB OTG. Dengan Android Beam dan S Beam Anda kini dapat dengan mudah bertukar data cukup dengan menyentuhkan kedua perangkat secara bertolak belakang. Sementara untuk kebutuhan lain Screen Mirroring, Mirror Link dan Wi-Fi direct dapat Anda manfaatkan sebagai sarana konektifitas andalan.

Bila Anda ingin menjelajah dunia maya, browser bawaan dan Chrome sudah disiapkan oleh Samsung agar Anda dapat membuka halaman dengan tampilan yang bisa Anda atur sesuai selera.

Kelebihan:
• Bodi tipis dengan Frame Metal
• Layar 4.7 Inci Super AMOLED
• Kamera 12MP
• fingerprint scanner
• 4G LTE

Kekurangan:
• Harga Relatif Tinggi
• Tidak Ada Radio FM
• Tidak ada slot microSD
• Kapasitas Baterai Kecil

Kesimpulan

Jika dibanding flagship Samsung sebelumnya, tak ada inovasi besar yang disuguhkan Galaxy Alpha. Semuanya terlihat identik dan sama. Mulai dari fitur khas, hingga aplikasi pendukung. Namun, smartphone ini nampaknya ‘mendobrak’ paradigma tersebut dari sektor desain yang revolusioner. Galaxy Alpha hadir dengan bodi super tipis yang dibalut dengan frame metal, yang membuatnya tampil elegan.

Untuk performa keseluruhan, Galaxy Alpha mampu bersaing dengan flagship sekelas lewat kemampuan hardware dalam menjalankan beragam fungsi dengan baik dan lancar. Hanya saja, sokongan baterai berkapasitas ‘kecil’ untuk ukuran flagship berspesifikasi ‘gahar’, nampaknya sedikit menjadi batu sandungan ponsel pintar ini untuk menarik minat konsumen yang hobi ‘menyiksa’ smartphone dengan aktivitas berat.

Demikian ulasan mengenai review samsung galaxy alpha SM-g850f, si, semoga menjadi tolak ukur untuk anda dalam memilih gadget yang anda inginkan. Baca juga harga terbaru samsung camera dan samsung galaxy a7

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*