Review Oppo R5 R8106, LTE Premium

review oppo r5 r8106, LTE premium

Review oppo r5 r8106, LTE premium, Hadir dengan kode nama R8106, Oppo R5 digadang-gadang akan menjadi smartphone paling tipis di dunia dengan ketebalan hanya 4.9 milimeter. Namun saat ini predikat tersebut telah diambil alih oleh Vivo X5 Max. Ponsel tersebut memiliki ketebalan 4.75 milimeter dengan bagian paling tipis 3.98 milimeter. Hadir dalam rentang waktu yang tak terpaut jauh, smartphone ini benar-benar mempecundangi Oppo R5.

Mari lupakan tentang predikat ponsel tertipis di dunia. Sebagai smartphone premium, Oppo R5 dibekali dengan berbagai spesifikasi mumpuni. Mulai dari sistem operasinya, ponsel ini sudah mengguakan Android KitKat. Meski bukan yang terbaru (Lollipop) namun sistem operasi ini jelas lebih unggul dibanding Jelly Bean yang disematkan pada ponsel-ponsel sebelumnya.

Oppo juga membekali R5 dengan prosesor Octa Core dari Qualcomm dengan seri MSM8939 dan arsitektur 64 bit atau dikenal dengan nama Snapdragon 615. Prosesor tersebut memiliki kecepatan 1.5 GHz pada masing-masing intinya. RAM sebesar 2GB menjamin proses multitasking berjalan lancar.

Keunggulan lainnya yang dimiliki Oppo R5 adalah kamera 13 MP, layar AMOLED, perlindungan Gorilla Glass 3 serta dukungan untuk jaringan 4G yang kini tengah mulai dikembangkan di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Meski dibekali memori internal yang cukup besar, yakin 32GB namun ponsel ini tidak dilengkapi slot memori eksternal untuk ekspansi.

Berikut ulasan mengenai review oppo r5 r8106, LTE premium;

DESAIN
Berbeda dengan produsen lainnya dari Tiongkok yang lebih suka bermain di segmen bawah, Oppo mencoba untuk bermain di level premium. Salah satu ciri dari smartphone premium adalah desain yang menonjolkan nilai estetika. Sejauh ini, dari beberapa produk yang digelontorkan, Oppo berhasil membuat desain produk yang bagus dan kokoh.

Pencapaian desain ditorehkan pada seri terbaru Oppo R5 yang berhasil menyandang rekor sebagai smartphone tertipis di dunia. Bodinya pipih dengan desain kaku, sudutnya runcing, dan berkesan premium. Panel atas-bawah berwarna putih dan logam silver mendominasi belakang.

Tak hanya tipis, pabrikan ini rupanya juga concern terhadap kekuatan. R5 menggunakan paduan aluminium dengan stainless steel (baja tahan karat) sebagai material rangka smartphone yang memiliki ketebalan hanya 4,85 mm. Untuk diketahui, saat ini industri pada umumnya menggunakan aluminium alloy sebagai material rangkanya. OPPO mengadopsi kekuatan stainless steel dengan aluminium alloy sebagai bingkai busur mikro (micro-arc) yang enghasilkan rangka ultra tipis namun kuat, tangguh, dan tidak lentur.

Oppo mengklaim rangka baja yang dipakai di R5 memiliki kekuatan sangat tinggi  mencapai 250 HV (ukuran standar kekerasan logam), atau tiga kali lipat lebih keras dari paduan aluminium alloy biasa (80 HV). Mereka juga memanfaatkan proses physical vapor deposition (PVD), yaitu proses pelapisan untuk meningkatkan ketahanan rangka terhadap panas, abrasi, serta karat. Proses PVD ini meningkatkan kekuatan permukaan smartphone R5 dari 250 HV ke 400 HV.

Konstruksi R5 dirancang ergonomis menggunakan bingkai micro-arc; lengkungan di sisi atas sedikit lebih panjang daripada lengkungan di sisi bawah sehingga memberikan kenyamanan saat digenggam. Rangka berbentuk C dan frame tengah R5 disambung menggunakan las tiga dimensi di kedua sisi depan dan belakang sehingga memperkuat kerangka smartphone tersebut. Dalam uji tekuk dengan menggunakan beban seberat 25 kilogram sebanyak 1.000 kali di kedua sisi frame, R5 terbukti tipis namun tidak bengkok.

Tepat di atas layar terdapat earpiece yang berfungsi ganda sebagai speaker tunggal. Kamera selfie 5MP dan sepasang sensor terpatri di sampingnya. Dock tombol kapasitif khas Android berada di bawah layar, dengan aransemen lawas: Menu, Home, dan Back. Ketiganya terukir dengan tinta perak, kontras dengan latarnya yang putih.

Untuk tombol fisik, semuanya terpahat di sayap kanan, tombol Power/Lock dan volume rocker keduanya (sepertinya) terbuat dari logam. Sedangkan sudut kiri hanya menyediakan slot microSIM tunggal, yang cara aksesnya harus dengan alat bantu pin (disediakan pada kemasan penjualan).

Tanpa ornamen apa pun, sisi perbatasan depan dan belakang di bagian kepala polos, sedangkan bagian bawah berhiaskan port microUSB ditemani mikrofon utama. Karena tipis, Oppo tidak bisa menyediakan jack audio standard di R5. Maka dari itu port USB di sini dimanfaatkan sebagai penghubung headset melalui adapter microUSB-to-3.5mm (juga tersedia di box penjualan). Pada bagian belakang, lensa kamera 13MP menyumbul di sudut kiri atas. Single LED flash berada di dekatnya, serta mikrofon sekunder untuk keperluan rekam video stereo dan pereda bising saat dalam percakapan telepon.

LAYAR
Kualitas visual Oppo R5 sama dengan Galaxy S5. Mengusung layar jenis AMOLED dengan bentang 5.2 inch resolusi 1080p dan density 423ppi. Meski di bawah sorot mentari, tampilan warna tetap terang dan kontras cukup baik, tipikal layar AMOLED.

COLOR OS
Handset tipis ini mengadopsi sistem operasi proprietary Oppo bernama Color OS v2.0, yaitu kustomisasi Android 4.4 KitKat. Pada personalisasi ini, Oppo mengelompokkan aplikasi dan layanan Google dalam satu wadah, sehingga tak bertebaran di layar. Sang produsen juga membawa beberapa amunisi software gubahan sendiri, seperti tema, kunci layar gaya baru, homescreen, menu pengaturan, dan lainnya.

Seandainya Anda tidak menyukai user interface dari produsen, terdapat tema (preinstall) bernama Jelly Bean, yang mereplika UI Android Jelly Bean untuk kepuasan Anda.
Secara default, Color OS menggunakan gesture swipe untuk membuka kunci layar. Memiliki akses pintas untuk Phone dan Messaging. Elain menggunakan tombol power, menyalakan ponsel dalam keadaan standby juga bisa dilakukan dengan cara double tap pada layar.

Serupa iPhone, Oppo R5 tidak punya lemari aplikasi, semua shortcut aplikasi tersebar di homescreen dengan formasi 4×5. Widget juga tersedia, tapi tidak sebanyak ponsel Android lainnya. Pengguna bisa menciptakan folder, sehingga bisa mengelompokkan aplikasi sesuai selera.

Homescreen minor pada R5 dinamakan Exclusive space, pengguna bisa memilih antara dua opsi, Photos dan Music. Menu standard homescreen meliputi widget, wallpaper, effect, dan theme. Cukup seret widget ke atas untuk menempatkan mereka ke homescreen.

Secara keseluruhan, Color OS menyajikan fitur lebih kaya daripada bawaan Android sendiri. Kendati dipersonalisasi mendalam, ini masih Android. Sehingga pengguna tidak akan menemukan kesulitan bermain dengan Color OS.

USER INTERFACE
Oppo memberi pilihan mengubah penampilan dan fungsionalitas Color OS untuk menandingi Android 4.3 Jelly Bean. Terdapat banyak tema menarik tersedia secara cuma-cuma di Theme Store. Cukup aktifkan koneksi internet dan unduh.

Area notifikasi default menampilkan satu baris sejumlah toggle. Jika Anda menyeret ke bawah baris tadi, akan muncul dua baris tambahan toggle. Tekan lama pada sebuah toggle akan mengarahkan Anda ke halaman pengaturan tertentu. Perlu diketahui, pengguna bisa mengeluarkan bar notifikasi dari area kosong mana saja di homescreen, dengan menyeret ke bawah (bukan hanya dari atas).

Beralih aplikasi serupa dengan iOS. Semua aplikasi ditampilkan dengan thumbnail grid bergulir horizontal, yang bisa digeser ke atas untuk menonaktifkan, dan tap untuk membuka aplikasi.
Lalu ada panel Gesture. Bisa diakses layaknya membuka bar notif, tapi kali ini dari bawah layar, geser ke atas. Anda bisa mengaplikasikan sejumlah gesture di panel untuk membuka aplikasi tertentu. contohnya, goresan melingkar di panel Gesture akan mengarahkan Anda ke aplikasi kamera. Tapi ini bisa dikreasikan sesuai selera.

GESTURE MENU
Fitur Gesture & motion pada perangkat premium Oppo layak mendapat perhatian. Menyajikan beragam trik gesture dan motion guna memudahkan Anda berponsel dengan R5. Contohnya, menggeser tiga jari bersamaan di layar untuk mengambil screenshot, atau cubit layar untuk merilis kamera, dan banyak lagi.

Opsi motion juga sangat bermanfaat. Menelungkupkan handphone akan mensenyapkan dering, mendekatkan Oppo R5 yang tengah berdering otomatis menjawab telepon masuk, dan banyak lagi. Menu motion juga menawarkan Air Gesture di homescreen, Anda bisa menggeser halaman dengan cara menggerakkan tangan di atas layar, tanpa menyentuh layar.

Juga, terdapat moda satu-tangan. Cara mengaktifkannya hanya dengan menggeser sudut kiri atau ke kanan dari bagian luar ke dalam layar. Jika berhasil, UI otomatis menyempit menjadi lebih kompak.

GALERI
Interface galeri Oppo yang diberi label Photos, cukup sederhana, dan jelas. Pengguna langsung disuguhkan foto hasil kamera saat memasuki ruang galeri. Untuk menampilkan image lainnya, geser layar ke kiri, tab All Pictures. Di situ berkumpul gambar berdasarkan tema, yang terbaca oleh Oppo. Anda tidak bisa menyeleksi foto berdasarkan lokasi, waktu, people, atau tag, layaknya default galeri Android.

Oppo juga menyajikan edit foto sederhana. Menyempurnakan foto dengan shadow atau highlight, bisa menambahkan efek, gaya warna, koreksi mata merah, meluruskan, menajamkan, dan mencerahkan wajah (mendeteksi wajah otomatis). Mayoritas opsi tersebut disuguhkan dengan slider, yang memungkinkan Anda menyetel intensitas efek yang dibubuhkan.

MULTIMEDIA
Oppo membekali R5 dengan pemutar video dengan tampilan yang, lagi-lagi, sederhana. Sudah support format DivX, AVI, MKV, MP4, dan lainnya. Kami tak menemukan masalah ketika memutar video berkualitas Full HD 1080p. Interface untuk seleksi video juga simple. Pemutarnya menunjang subtitle, tapi sejumlah subtitle bahasa asing kerap ditampilkan kurang tepat.

Serupa dengan galeri dan video player, pemutar lagu Oppo R5 juga sederhana secara tampilan, sehingga mudah digunakan dan navigasi. UI cukup singkat, pustaka musik dibedakan antara daftar local, dan all music, favorit, artis, album, dan folder. Juga ada opsi untuk menambah playlist.

Sayangnya, tidak ada audio enhancement selain Dirac HD Audio yang berlaku untuk headset saja. Tanpa jack audio 3.5mm, kami tidak berharap tinggi pada kualitas suara Oppo R5. Tapi ternyata, speaker tunggalnya mampu mendengungkan suara jernih dan lantang. Range volume antara minimal dan maksimal cukup jauh. Anda bisa menyetel suara maksimal tanpa terdengar cempreng.

KAMERA
Sektor fotografi menjadi nilai jual utama Oppo R5. Kamera menggunakan teknologi sama dengan Find 7, yaitu sensor CMOS resolusi 13MP Sony Exmor IMX214 BSI 1/3.06”, lensa aperture F/2.0. Kamera mampu memproduksi foto interpolasi 25MP, RAW image, HDR, dan panorama. Selain senjata utama, produsen juga cukup jeli menangkap hysteria selfie dengan membekali kamera depan 5MP yang cukup baik menangkap gambar.

Interface kamera memiliki dua bar kontrol di viewfinder. Sebelah kanan menyuguhkan tombol kamera dan video serta shortcut galeri, sementara sisi kiri menyajikan pengaturan, flash, dan peralihan kamera.

Bar kanan bisa diekspan yang akan menampilkan shortcut untuk moda pengambilan gambar berbeda (Beauty, Panorama, HDR, HD Picture, RAW, Expert, Macro, Slow Shutter, dan Normal). Moda Expert menyuguhkan kendali exposure compensation, kecepatan tembakan, ISO, white balance, dan fokus manual.

Moda HD Picture menjadi fitur menyegarkan, dinamakan Super Zoom. Ia menembak sejumlah gambar dalam sekelebat dan menyatukan mereka guna menciptakan render pixel-perfect dan meningkatkannya menjadi 25MP. Hasil fotonya cukup baik. Gambar terlihat bagus, sedikit noise.

OFFICE
Oppo preinstall Kingsoft Office. Cukup powerful untuk mengedit yang bisa membaca dokumen Word, PDF, Spreadsheet, dan Presentation. Bisa terhubung ke cloud storage, file email, dan menciptakan tampilan berbagi dengan kolega. Juga bisa edit, sehingga Anda bisa menyelesaikan kerjaan kantor on-the-go.

BATERAI
Sayangnya, Oppo R5 ‘hanya’ dibekali baterai 2.000mAh, tidak sebanding dengan kinerja hardware yang diusung. Saat diajak bertelepon, durasi yang disediakan memang terbilang standar, namun saat browsing web dan menyaksikan video, baterai cepat terkuras. Meski untuk durasi standby Oppo R5 terhitung baik-baik saja, tapi secara keseluruhan, kurang memuaskan.

KONEKTIVITAS
Soal sambungan, Oppo R5 dibekali dukungan lengkap. Mulai dari quad-band GSM, penta-band HSPA, sampai LTE Cat.4, dengan pita frekuensi variatif. Juga ada dual-band Wi-Fi a/b/g/n, DLNA dan Wi-Fi Direct, Bluetooth 4.0, dan port microUSB 2.0, tanpa support USB On-the-go. Sayangnya, tidak ada NFC, yang bisa digunakan untuk transaksi digital. Pengguna juga bisa mengetahui posisi global karena R5 sudah dibekali GPS dan GLONASS.

KINERJA
Oppo R5 menjadi handset pertama yang menggunakan chipset mid-range anyar Qualcomm, Snapdragon 615. Prosesor utama mengusung 64-bit octa-core Cortex-A53 (4x 1.7GHz + 4x 1.0GHz), akselerator grafis Adreno 405 dan RAM 2GB. Resolusi layar 1080p memang tidak sepadan untuk chip menengah, tapi Adreno 405 sepertinya tidak akan masalah. Dalam pengukuran, Oppo R5 mencatatkan performa cukup baik pada pengukur AnTuTu. Skornya bagus, tapi dibandingkan pesaingnya, harga bisa menjadi penangkal utama.

Demikian ulasan mengenai review oppo r5 r8106, LTE premium, semoga bisa membantu anda dalam memilih gadged yang anda sukai. Baca juga smartphone asal prancis bikin selfie makin eksis dan tukar ponsel 3g dengan 4g

Loading…

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*